RADAR JOGJA - Program wisata berkelanjutan akan diberlakukan di DIY. Ini dilakukan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para wisatawan. Sekaligus sebagai pelestarian budaya yang berkaitan erat dengan pariwisata.
Wcana ini mengemuka dalam seminar dengan tema pariwisata berkelanjutan yang diselenggarakan Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY bersama PT IndonesiaWISE di Ruang Aula Dispar DIY, Kamis (4/7).
Kepala Dispar DIY Singgih Raharjo mengatakan kegiatan ini sesuai dengan tujuan dari pariwisata di DIY yakni kebijkan quality tourism. Quality tourism adalah pemberian experience lebih mendalam kepada para wisatawan yang berkunjung ke DIY. “Tarif pariwisata yang relatif tidak mahal tetapi mampu memberikan pengalaman yang mendalam bagi wistaawan," ujarnya.
Kedua adalah inklusif tourism. Yakni, pelaku pariwisata harus memperhatikan hak bagi wisatawan orang tua hingga disabilitas. Itu karena mereka mempunyai hak yang sama untuk berwisata.
Poin terakhir yakni pariwisata berkelanjutan. Ketika berbicara tentang pariwisata berkelanjutan, maka sektor pariwisata tidak hanya berbicara keberlangsuangan alam dan lingkungan tetapi juga sosial, ekonomi dan budaya. "Wisata berkelanjutan salah satu tujuanya adalah agar generasi mendatang bisa merasakan kebralngdungan pariwisata yang sehat," tuturnya.
Di DIY kebudayaan sangat lekat dengan potensi pariwisata. Ia menilai semakin dirawat dan dilestarikan suatu produk budaya maka akan semakin menjadi daya tarik dalam sektor pariwisata.
Presiden Direktur PT IndonesiaWISE Amol Titus mengatakan terdapat delapan langkah praktis untuk berkontribusi terhadap pembangunan wisata berkelanjutan. Pertama adalah mengkaji efektifitas pengelolaan sampah di lingkungan terdekat. "Ajak otoritas pemerintah untuk praktik pengelolaan sampahnya," ujarnya.
Selain itu, wisatawan juga diimbau untuk meminimalisir penggunaan bahan plastik. Hal itu dilakukan dengan mendorong para wisatawan untuk menggunakan tas kain dan tempat makan mandiri. "Pastikan wisatawan tidak melakukan pemborosan air karena itu berdampak pada lingkungan," tuturnya.
Ia juga menegaskan kepada para pelaku wisata untuk membeli produk lokal terkait furnitur dan kebutuhan peralatan obyek wisata ataupun hunian. Hal itu dikarenakan akan membantuk pelaku UMKM maju bersama menuju ekonomi berkelanjutan. "Atraksi budaya dan beberapa even lebih digalakkan untuk ajang promosi pariwisata," jelasnya. (oso/din)
Editor : Satria Pradika