Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pencemaran Sungai di Kota Jogja Meningkat Selama Darurat Sampah, DLH: Ada Peningkatan Parameter Sulfida

Iwan Nurwanto • Kamis, 4 Juli 2024 | 19:30 WIB
POTENSI BANJIR: Warga mencari botol plastik di tumpukan sampah yang berada di aliran sungai kawasan RTHP Winongo, Patangpuluhan, Jogja, (15/5). Pascapenutupan TPA Piyungan sampah kembali menumpuk.
POTENSI BANJIR: Warga mencari botol plastik di tumpukan sampah yang berada di aliran sungai kawasan RTHP Winongo, Patangpuluhan, Jogja, (15/5). Pascapenutupan TPA Piyungan sampah kembali menumpuk.

JOGJA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja menyebut ada peningkatan pencemaran sungai. Hal itu terjadi seiring dengan meningkatnya aktivitas pembuangan sampah tidak pada tempatnya, imbas situasi darurat sampah.

Ketua Tim Kerja Pengawas Lingkungan Hidup DLH Kota Jogja Intan Dewani mengatakan, pembuangan sampah ke aliran sungai memang cukup berpengaruh terhadap tingkat pencemaran. Baik itu sampah organik maupun anorganik.

Intan membeberkan, dari hasil pantauannya, sampah anorganik berupa plastik kemasan merupakan jenis sampah yang paling mendominasi pencemaran sungai di Kota Jogja. Sementara untuk sampah organik mayoritas berupa limbah rumah tangga.

Menurut dia, baik sampah organik maupun anorganik dapat memberikan dampak buruk terhadap sungai. Yakni berupa pendangkalan air serta penurunan kualitas sungai akibat peningkatan parameter sulfida.

“Peningkatan parameter sulfida dapat menimbulkan bau busuk dan penurunan kualitas sungai, dampaknya dapat mempengaruhi ekosistem,” ujar Intan saat dikonfirmasi, Kamis (4/6).

Dari hasil penelitian DLH Kota Jogja, indeks kualitas air (IKA) di Kota Jogja tahun 2023 sendiri berada pada angka 25-50 dengan skala 0-100.

Penyebab buruknya kualitas sungai dikarenakan tingginya pencemaran.

Berupa limbah rumah tangga seperti tinja, aktivitas mandi, hingga air cucian yang dibuang masyarakat bantaran sungai.

“Hasil uji (kualitas air sungai) tahun 2024 belum di publikasi karena hasil uji belum selesai dan belum lengkap semua,” terang Intan.

Terpisah, Kepala Satpol PP Kota Jogja Octo Noor Arafat menyampaikan, di tengah situasi darurat sampah pihaknya juga menemukan satu lokasi baru pembuangan sampah liar di kemantren Gondokusuman.

Sehingga kini total ada 10 titik pembuangan sampah liar di Kota Jogja.

Hasil penelusuran Radar Jogja, lokasi pembuangan sampah liar di Kota Jogja memang cukup banyak.

Sejauh ini yang paling cukup sering nampak tumpukan sampah berada di kawasan taman Stadion Mandala Krida, lalu di depan SMKN 2 Yogyakarta, Jalan Magelang, serta di sekitar Perempatan Pingit.

“Total ada 10 titik lokasi (pembuangan sampah liar). Yakni di wilayah kemantren Gondokusuman, Umbulharjo, Tegalrejo, dan Jetis,” terang Octo. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#penuh #darurat sampah #Kota Jogja #Sampah #sungai