JOGJA - Salah seorang wali murid siswa SD Negeri Ungaran 1 Yogyakarta melaporkan beberapa bagian sekolah tersebut rusak dan dikhawatirkan membahayakan siswa. Sebagai salah satu Bangunan Cagar Budaya, Dinas Kebudayaan Kota Jogja akan segera melakukan pengecekan syarat untuk rehabilitasi atau renovasi bangunan tersebut.
Salah satu wali murid SD Negeri Ungaran 1, Edi Hardiyanto mengatakan terdapat bagian bangunan yang rusak yakni bagian dari aula yang biasa digunakan untuk kegiatan ekstrakurikuler siswa SD Ungaran. Namun menurut informasi yang ia dapat, karena bangunan tersebut merupakan Cagar Budaya jadi proses rehab harus melalui Disbud Kota Jogja.
"Informasi yang kami terima, tempat tersebut merupakan cagar budaya sehingga tidak bisa begitu saja diperbaiki, harus adanya kajian dan analisis dari Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (3/7/2034).
Ia juga sudah melakukan komunikasi dengan pihak sekolah untuk segera melakukan pencegahan agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Menurutnya momen libur menjadi waktu yang tepat untuk melakukan perbaikan.
"Saat ini mumpung masih libur, harapannya dari dinas terkait segera melakukan analisis dan bisa diperbaiki," tuturnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Jogja Yetti Martanti mengatakan terdapat program untuk rehab bangunan cagar budaya yang memang diprioritaskan adalah bangunan milik pemerintah. Namun, program itu harus disesuaikan karena bangunan cagar budaya tidak bisa langsung dan harus ada kajian agar bisa secara tepat direnov atau direhab.
"Kalau terkait dengan rehab atau renov memang sudah kami programkan dan nanti akan saya cek lagi (proses dan persyaratannya)," ujarnya.
Pihaknya akan meninjau kembali Detail Engineering Design (DED) dari bangunan tersebut. Hal
Itu dikarenakan rehab dan renov bisa dilakukan setelah melihat DED terkait bentuk fisik bangunan.
Menurutnya, aspek manfaat dan kelestarian dalam proses rehab dan renov bangunan cagar budaya harus berjalan selaras. Maka dari itu, bangunan tersebut menjadi prioritas sebab masih difungsikan untuk masyarakat.
"Kami kan ada tim yang akan survey ke lokasi. Karena kami juga selalu punya program untuk menetapkan bangunan yang mau direnov ataupun direhab melalui dewan kebudayaan," ujarnya. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin