RADAR JOGJA - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jogja memprediksi komoditas seragam sekolah dan alat tulis bakal menjadi penyumbang inflasi bulan ini. Hal tersebut tidak lepas dari dimulainya tahun ajaran baru sekolah 2024/2025.
Kepala BPS Kota Jogja Mainil Asni mengatakan, berdasarkan pola yang biasanya terjadi memang komoditas berupa seragam dan alat tulis sekolah akan mengalami peningkatan permintaan. Kondisi itu tentunya akan menjadi penyumbang inflasi bagi Kota Jogja.
Meskipun demikian, Mainil mengaku, belum dapat memastikan apakah jumlah inflasinya nanti cukup besar atau cenderung sedikit.
Sebab dalam hal penghitungan inflasi suatu daerah juga bergantung pada komoditas lain. “Kalau soal ada peningkatan mungkin ada sedikit dan bisa jadi penyumbang inflasi,” ujar Mainil Senin (1/7).
Sementara untuk hasil pantauan dari bulan Mei-Juni, Mainil membeberkan, sejumlah komoditas memang menjadi penyumbang inflasi. Salah satunya penyediaan makanan/minuman jadi yang berasal dari restoran. Selama Mei-Juni ada peningkatan sebesar 0,02 persen.
Dia menyebut, penyebab naiknya permintaan makanan jadi diakibatkan karena Kota Jogja saat ini tengah memasuki masa liburan. Sehingga banyak wisatawan yang lebih memilih untuk membeli makanan jadi ketimbang bahan makanan.
Dampak dari kondisi tersebut, kata Mainil, tentunya akan berpengaruh terhadap deflasi terhadap komoditas bahan makanan. Pantauan dari Mei ke Juni, ada penurunan permintaan atau deflasi sebesar 0,19 persen. “Sehingga inflasinya agak sedikit bergeser dari bahan makanan ke makanan jadi,” ucapnya.
Kepala BPS DIY Herum Fajarwati dalam keterangannya secara daring menyampaikan, secara umum komoditas bahan pangan memang mengalami deflasi dari kurun bulan Mei-Juni. Di antaranya beras yang mengalami deflasi sebesar 0,13 persen lau juga telur ayam ras yang deflasinya mencapai 0,03 persen.
Sementara untuk penyumbang inflasi ada cabai rawit sebesar 0,02 persen. “Serta cabai merah, buncis, seragam sekolah, dan bahan bakar rumah tangga yang angkanya 0,01 persen,” beber Herum. (inu/eno)