JOGJA - Pemerintah pusat kini tengah kelimpungan karena Pusat Data Nasional (PDN) diretas ransomware. Meskipun demikian, hal tersebut tidak terlalu berdampak pada segi pelayanan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Jogja.
Kepala Disdukcapil Kota Jogja Septi Sri Rejeki mengatakan, peretasan PDN menurutnya tidak terlalu berdampak bagi instansinya. Sehingga sampai saat ini baik data penduduk maupun pelayanan pada organisasi perangkat daerah yang dipimpinnya pun masih berjalan lancar.
“Terkait peretasan PDN, dampaknya untuk saat ini tidak terasa di Kota Jogja,” ujar Septi saat dikonfirmasi, Senin (1/7).
Meskipun belum ada dampak, Septi menyebut, pihaknya tetap melakukan upaya antisipasi dari serangan ransomware. Sebab data kependudukan penduduk merupakan salah satu data yang cukup rentan disalahgunakan oleh peretas.
Terkait dengan upaya antisipasi, dia mengaku, pihaknya sudah mendapatkan arahan dari pemerintah pusat untuk berkoordinasi dengan instansi terkait di lingkungan Pemkot Jogja. Oleh karena itu, Disdukcapil Kota Jogja nantinya akan bekerjasama dengan Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfosan) untuk teknis pengamanan data.
“Data-data kependudukan di Disdukcapil memang cukup rentan, sehingga perlu dilakukan pengamanan,” terang Septi.
Lebih lanjut, Septi memastikan, bahwa hingga saat ini segala bentuk pelayanan kepada masyarakat untuk saat ini juga masih terus berjalan seperti biasa. Bahkan pihaknya juga terus menggenjot perekaman KTP bagi pemilih pemula atau Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) agar bisa menyalurkan hak suaranya di Pilkada 2024.
Septi, potensi jumlah DP4 di Kota Jogja sendiri mencapai 12.331 jiwa. Dari jumlah tersebut 11.525 jiwa di antaranya juga masuk dalam data pokok pendidikan (dapodik). Artinya, mayoritas pemilih pemula di Kota Jogja berasal dari kalangan pelajar.
“Untuk bulan Juni dan Juli akan kami terus optimalkan perekaman e-KTP jemput bola, sehingga di bulan Agustus selesai,” katanya.
Sebagaimana diketahui, PDN memang sempat mengalami serangan ransomware bernama Braincipher Lockbit 3.0 Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menyatakan, bahwa saat ini masih dilakukan pemulihan layanan publik secara bertahap menyusul gangguan yang terjadi PDN.
“Saat ini kami sedang melakukan pemulihan layanan secara bertahap,” kata Menkominfo Budi melalui keterangannya seperti dikutip dalam Jawapos.com (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin