Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Masuk Tahun Ajaran Baru, BPS Kota Jogja Prediksi Seragam Sekolah dan Alat Tulis Jadi Penyumbang Inflasi

Iwan Nurwanto • Senin, 1 Juli 2024 | 20:58 WIB
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jogja Mainil Asni saat ditemui, Senin (1/7).  (IWAN NURWANTO/Radar Jogja)
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jogja Mainil Asni saat ditemui, Senin (1/7). (IWAN NURWANTO/Radar Jogja)

JOGJA - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jogja memprediksi komoditas seragam sekolah dan alat tulis bakal menjadi penyumbang inflasi pada bulan ini. Hal tersebut tidak lepas dari dimulainya tahun ajaran baru sekolah 2024/2025.

Kepala BPS Kota Jogja Mainil Asni mengatakan, berdasarkan pola yang biasanya terjadi memang komoditas berupa seragam dan alat tulis sekolah akan mengalami peningkatan permintaan. Kondisi itu tentunya akan menjadi penyumbang inflasi bagi Kota Jogja.

Meskipun demikian, Mainil mengaku, belum dapat memastikan apakah jumlah inflasinya nanti cukup besar atau cenderung sedikit. Sebab dalam hal penghitungan inflasi suatu daerah juga bergantung pada komoditas lain.

Menurut dia, BPS Kota Jogja sendiri memantau sebanyak 400 komoditas. Apabila permintaan seragam sekolah dan alat tulis kantor nantinya tidak terlalu besar. Maka angka inflasinya tentu tidak akan tidak terlalu dominan.

“Memang setiap ada awal tahun ajaran baru ada peningkatan sedikit (permintaan seragam dan alat tulis sekolah), tapi tergantung komoditas lain juga, kalau soal ada peningkatan mungkin ada sedikit dan bisa jadi penyumbang inflasi,” ujar Mainil saat ditemui, Senin (1/7).

Sementara untuk hasil pantauan dari bulan Mei-Juni, Mainil membeberkan, sejumlah komoditas memang menjadi penyumbang inflasi. Salah satunya penyediaan makanan/minuman jadi yang berasal dari restoran. Selama kurun bulan Mei hingga Juni ada peningkatan sebesar 0,02 persen.

Dia menyebut, penyebab naiknya permintaan makanan jadi diakibatkan karena Kota Jogja saat ini tengah memasuki masa liburan. Sehingga banyak wisatawan yang lebih memilih untuk membeli makanan jadi ketimbang bahan makanan.

Dampak dari kondisi tersebut, kata Mainil, tentunya akan berpengaruh terhadap deflasi terhadap komoditas bahan makanan. Pantauan dari bulan Mei ke Juni, pihaknya mencatat ada penurunan permintaan atau deflasi sebesar 0,19 persen.

“Sehingga inflasinya agak sedikit bergeser dari bahan makanan ke makanan jadi,” terangnya.

Kondisi yang sama juga terjadi pada tingkat inflasi di taraf provinsi, Kepala BPS DIY Herum Fajarwati dalam keterangannya secara daring menyampaikan, secara umum komoditas bahan pangan memang mengalami deflasi dari kurun bulan Mei-Juni. Di antaranya beras yang mengalami deflasi sebesar 0,13 persen lau juga telur ayam ras yang deflasinya mencapai 0,03 persen.

“Sementara untuk penyumbang inflasi ada cabai rawit sebesar 0,02 persen. Serta cabai merah, buncis, seragam sekolah, dan bahan bakar rumah tangga yang angkanya 0,01 persen,” terang Herum. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Baru #BPS Jogja #tahun #inflasi #ajaran