RADAR JOGJA - Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta Wisnu Sabdono Putro selalu bersemangat saat menghadiri forum-forum diskusi yang melibatkan anak muda. Wisnu, demikian dia biasa disapa, meminta generasi muda tidak alergi dengan politik.
“Politik itu merupakan persoalan perspektif,” ucap Wisnu. Karena sebuah perspektif, politik menjadi persoalan yang berbeda antara satu orang dengan orang lain. Alumnus Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) itu mengaku tertarik politik sejak remaja. Bahkan sejak masih di bangku SMA dia telah bergelut dengan dunia politik. Wisnu muda tumbuh saat politik nasional dalam masa perubahan. Dari Orde Baru ke era Reformasi.
“Banyak dinamika yang saya rasakan dan lalui,” kenang anggota dewan yang juga menjabat sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta ini. Dia kembali mengajak agar anak-anak muda berkontribusi dalam pembangunan demokrasi. Itu pula yang diingatkan Wisnu saat berbicara dalam diskusi Forum Kader Demokrasi dengan tajuk "Konsolidasi Demokrasi: Aksi Anak Bangsa untuk Negeri".
Diskusi diinisiasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Yogyakarta berlangsung di sebuah hotel di bilangan Jogokariyan, Mantrijeron, Yogyakarta pada awal Juni lalu. Acara diikuti berbagai elemen, komunitas dan ormas pemuda. Di antaranya, FKPO, FKUB muda, HMI, MLKI muda, Pramuka, DPPI, Karang Taruna, wilayah, PMII, IMC dan KNPI.
Wisnu mengatakan, peran anak muda dimulai dan dibangun dari sikap peduli. Sebab, generasi muda adalah agen perubahan. Karena itu, mereka harus membiasakan dan membudayakan sikap kritis.
Tak hanya itu, dia juga ingin dari forum itu muncul gagasan maupun pandangan dari peserta. Anak muda ahrus menjadi virus yang menyebarkan demokrasi bagi lingkungannya. Mereka sedari dini harus pula melek politik. “Jangan apatis,” pintanya. Dengan kesadaran itu berarti anak muda telah berkontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan politik.
Dalam acara itu, Bakesbangpol Kota Yogyakarta membagikan bendera Merah Putih kepada semua peserta. Itu bagian dari program 10 juta seperti diinstruksikan Kementerian Dalam Negeri RI. Harapannya masyarakat Kota Yogyakarta tidak akan melupakan Indonesia. Dengan demikian, Indonesia akan selalu ada dalam diri setiap individu bangsa Indonesia. Bendera-bendera yang dibagikan bakal dikibarkan di setiap lokasi. Baik rumah setiap peserra, sekretariat organisasi maupun sejumlah pusat kegiatan masyarakat. (kus)
Editor : Satria Pradika