JOGJA - Sampah menjadi momok, menumpuk dan mengganggu pemandangan Kota Jogja.
Salah satunya di area pemukiman warga Jogoyudan RW 07, Kemantren Jetis.
Melihat pemandangan itu, warga Jogoyudan dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Jetis bersinergi membersihkan sampah tersebut.
"Ini sudah berbulan-bulan dan sangat dekat dengan rumah warga, kami inisiatif paling tidak mengawali agar hal ini tidak berlarut-larut," kata Ketua PCM Jetis Imam Bayu Nugroho, Sabtu (29/6/2024).
Hal itu mengundang keprihatinan bersama.
Solusi mengatasi sampah tersebut dengan bergotong royong membersihkannya.
Tak ada pilihan lain selain dibakar.
Menurutnya, cara tersebut dirasa paling efektif untuk saat ini.
Sebab, jika membuang atau memindahkannya ke tempat pembuangan akhir (TPA) juga tidak memungkinkan.
Alih-alih diolah menjadi pupuk atau bentuk lain. Mustahil rasaya.
Sampah sudah tercampur aduk menjadi satu, antara sampah organik dan sampah plastik.
"Jadi sekarang ini kami bakar, dengan mesin pembakar sampah milik salah satu warga, anggota PCM Jetis juga," bebernya.
Tampak, volume sampah yang di lokasi tersebut menggunung.
Menurut informasi warga volumenya lebih dari 1 ton.
Untuk memastikan sampah habis terbakar, dibutuhkan waktu antara 3-7 hari.
Proses pembakaran membutuhkan wakktu lama lantaran mesin pembakar sampah hanya satu unit.
Dalam satu jam, mesin pembakar sampah dapat membakar kurang lebih sebanyak 200 kg.
"Nanti residu atau hasil pembakaran bisa dimanfaatkan. Salah satunya untuk briket," lanjutnya.
Ke depan program mandiri penyelesaian sampah kata Imam, akan terus dilakukan.
Terkait masalah ini pihak sudah mengadukan kepada anggota DPD RI dari DIY Afnan Hadikusumo.
"Ke depannya, akan kolaborasi juga dengan pak Afnan, dengan programnya pengelolaan sampah mandiri," tuturnya.
Kerjasama diharapkan, perencanaan bisa lebih terprogram dan bagaimana mengerakan pengelolaan sampah mandiri.
Afnan Hadikusumo yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengaku siap berpartisipasi membantu menyelesaikan permasalahan sampah di wilayah Jogoyudan.
"Masalah sampah ini sudah lama, saya sudah sosialisasi program (pengelolaan sampah mandiri, Red) di beberapa tempat, dan harapannya bisa membantu juga di sini," ujarnya.
Menurutnya, mengatasi persolan sampah harus dilakukan secara kolektif, tidak bisa secara individu.Dengan begitu, diharapkan warga maupun organisasi setempat berkomitmen, bersinergi memerangi sampah secara bersama-sama. (iza)
Editor : Meitika Candra Lantiva