RADAR JOGJA - Polda DIJ menyelenggarakan kegiatan Pemolisian Masyarakat (Polmas) Kawasan Pendidikan dengan Forum UGM Peduli di Wisdom Park UGM kemarin (28/6). Agenda tersebut bertujuan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman tertib dan nyaman yang dipelopori oleh mahasiswa.
Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan menegaskan, konsep pemolisian bukan berarti menjadikan mahasiswa atau masyarakat sebagai anggota Polri. Namun, konsep tersebut diartikan sebagai upaya menjadikan masyarakat atau mahasiswa agar mampu menjaga kamtibmas. Terlebih bagi dirinya sendiri. "Jadi bagaimana sebuah kawasan dijaga lingkunganya supaya menjadi lebih aman," tuturnya.
Mahasiswa dinilai orang yang paling tahu terkait potensi kriminal ataupun permasalahan di wilayah kampus maupun indekosnya. Hal tersebut menjadi peluang kolaborasi bagi Polda DIJ karena kepolisian mempunyai ilmu manajemen kriminalitas tersebut. "Itulah yang menghubungkan dan bagaimana Polmas itu bekerja," jelasnya.
Dia menyebut, Polmas penting di wilayah kampus. Meskipun di DIJ setiap kalurahan/kalurahan mempunyai satu personel Babhinkamtibmas. "Satu kelurahan itu 1.000-3.000 jiwa biasanya, namun kalau ada kampus bisa lebih 10.000 jiwa yang tinggal. Jadi tidak mungkin hanya mengandalkan Babhinkamtibmas di wilayah itu," jelasnya.
Maka dari itu, Kampus UGM difokuskan menjadi polmas kawasan untuk membangun situasi yang aman mencegah terjadinya kejahatan di wilayah kampus. Dalam diskusi, perwakilan mahsiswa menyampaikan keluh kesah ketertiban atau pelanggaran yang terjadi di wilayah terdekatnya baik kampus ataupun indekos.
Mahasiswa UGM Bram kusuma mengatakan, acara tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kolaborasi lintassektor. Hal itu dibuktikan dengan banyak masyarakat, akademisi, dan kepolisian yang turut hadir dan berkomitmen dalam acara tersebut.
"Kami berharap adanya kokaborasi untuk saling menjaga dan menghadirkan kondisi keamanan bagi semuanya," ujarnya. (oso/eno)
Editor : Satria Pradika