RADAR JOGJA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja mengakui belum semua depo belum tuntas dari tumpukan sampah. Masih ada tujuh depo yang perlu dibersihkan.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Kota Jogja Ahmad Haryoko mengatakan, dari total 13 depo di Kota Jogja baru enam titik yang mampu dibersihkan. Yakni depo Mandala Krida, depo Sariloyo, depo Tompeyan, depo Pringgokusuman, depo Sorosutan, serta depo Karang.
Dia menjelaskan, sampah dari keenam depo itu dilakukan pembuangannya ke-TPA Piyungan. Sementara untuk penuntasan sampah di delapan depo yang belum bersih, belum dapat dipastikan.
“Kami mengikuti perintah atasan, karena alokasi (pembuangan sampah ke TPA Piyungan) dari Pemprov DIJ,” ujar Haryoko, kemarin (28/6).
Pemkot Jogja sejatinya terus berupaya mengatasi permasalahan sampah. Realisasinya dilakukan dengan pembangunan tiga tempat pengolahan sampah. Yakni TPS3R Nitikan, TPS3R Karangmiri, dan TPS3R Kranon
Haryoko menyatakan, pembangunan ketiga TPS3R itu juga sudah melalui proses panjang. Mulai pemilihan lokasi hingga penyediaan sarana dan prasarana serta pelatihan bagi sumber daya manusianya.“Pembangunan TPS3R merupakan salah satu upaya dari kami untuk menanggulangi permasalahan sampah di Kota Jogja,” bebernya.
Sebelumnya, tumpukan sampah di Kota Jogja memang sempat menjadi sorotan karena jumlahnya yang mencapai 5.000 ton. Penjabat (Pj) Wali Kota Sugeng Purwanto menyampaikan, pengurusan depo-depo sampah ditargetkan bisa selesai pada tiga hari terhitung sejak Selasa (25/6) lalu. Namun faktanya memang belum semuanya dapat teratasi.
Di samping itu, tiga TPS3R di Kota Jogja juga ditarget bisa beroperasi secara maksimal pada Juli mendatang. Ketiga tempat pengolahan sampah itu digadang-gadang mampu mengatasi sampah reguler yang jumlahnya mencapai 200 ton per hari.“Insya Allah awal Juli sudah bisa 100 persen,” ungkapnya. (inu/din)
Editor : Satria Pradika