Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

25 Ribu Pendaftar Harus Terlempar dari PPDB SMA/SMK di DIY, Pilihannya ke Sekolah Swasta

Fahmi Fahriza • Jumat, 28 Juni 2024 | 03:55 WIB

 

Kabag Perencanaan Disdikpora DIY Suci Rohmadi.Fahmi Fahriza/Radar Jogja
Kabag Perencanaan Disdikpora DIY Suci Rohmadi.Fahmi Fahriza/Radar Jogja

 

RADAR JOGJA - Proses pendaftaran dan seleksi penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMA/SMK resmi selesai Kamis (27/6). Kuota yang tersedia bagi siswa baru untuk sekolah negeri se-DIY tahun 2024 sebanyak 33 ribu siswa.


Kuota ini tidak sebanding dengan pendaftar yang mencapai 58 ribu peserta. "Dua ribu di antaranya dari luar DIY. Jadi sekitar 25 ribu pendaftar akhirnya terlempar dan harus mendaftar ke sekolah swasta," ungkap Kepala Bagian Perencanaan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) DIY Suci Rohmadi kemarin 27/6).


Dikatakan, dalam praktiknya disampaikan bahwa cukup banyak kasuistik di mana para pendaftar telah dinyatakan gugur, bahkan sebelum melakukan pendaftaran dan seleksi PPDB itu sendiri. Hal itu bisa terjadi lantaran para siswa tidak mengikuti rangkaian PPDB sebagaimana mestinya.


"Banyak siswa yang melewatkan alurnya. Jadi tidak bisa lanjut ke alur berikutnya dan akhirnya gugur. Bahkan kemarin saat pendaftaran sudah dimulai, masih ada siswa yang ke sini. Padahal semua deadline berkas itu di tanggal 21 Juni," paparnya.


Perlu diketahui, pendaftaran dan seleksi PPDB sendiri memang hanya berlangsung selama empat hari, 24 hingga 27 Juni dan serentak di seluruh Indonesia.


Terpisah, cerita datang dari Siti Fatimah, salah satu orang tua siswa yang anaknya terlempar dari PPDB SMA negeri, yakni SMAN 3 Jogja. Fatimah mendaftarkan anaknya di SMAN 3 Jogja melalui dua opsi jalur, yakni jalur prestasi dan perpindahan tugas orang tua (PTO).

 


Namun kedua opsi itu juga kandas. "Jalur prestasi tidak lolos karena anak saya tidak ikut asesmen standarisasi pendidikan daerah (ASPD). Jadi bobot nilainya kecil," ungkapnya.


Sementara untuk PTO, lanuutnya, dikatakan juga sulit, karena dia dan suami tidak bisa mengajukan perpindahan kerja. "Ya, karena kerja di sektor informal," ungkap perempuan asal Klaten ini.


Sementara itu, Ketua PPDB SMAN 3 Jogja Didik Purwaka mengakui persaingan yang terjadi di SMAN 3 Jogja memang cukup ketat. Hal ini juga selaras dengan jumlah siswa baru yang diterima tidak terlalu banyak.


"Kuota siswa baru ada 252 siswa, jalur prestasi sendiri cukup banyak peminatnya. Dari jalur prestasi, SMAN 3 Jogja ada 50 siswa yang diterima. Nilai tertingginya 398,23 dan terendah 372,98," tandasnya (iza/laz)

Editor : Satria Pradika
#pendaftaran #PPDB SMA #Disdikpora #PPDB #DIY