Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Uji Coba Solar Hasil Pengolahan Sampah Plastik ke Shuttle Bus Kota Jogja, Pembuktian ke Masyarakat BBM Ini Aman Dipakai

Agung Dwi Prakoso • Jumat, 28 Juni 2024 | 04:05 WIB
Ketua Yayasan Get Plastic Indonesia Dimas Bagus Wijanarko (kiri) mengujicoba dengan menuang BBM jenis solar hasil pengolahan sampah plastik ke shuttle wisata Si Thole, di Ngabean, Kota Jogja, Kamis.
Ketua Yayasan Get Plastic Indonesia Dimas Bagus Wijanarko (kiri) mengujicoba dengan menuang BBM jenis solar hasil pengolahan sampah plastik ke shuttle wisata Si Thole, di Ngabean, Kota Jogja, Kamis.

 

RADAR JOGJA - Yayasan Get Plastic Indonesia memberikan bahan bakar minyak (BMM) jenis solar hasil pengolahan sampah plastik ke pihak pengelola shuttle bus Si Thole yang beroperasi di Kota Jogja.

Pemberian BBM ini sebagai uji coba solar hasil olah sampah yang diaplikasikan pada kendaraan umum. Selain itu juga untuk membuktikan bahwa hasil penelitian Yayasan Get Plastic Indonesia itu aman digunakan terhadap mesin kendaraan.

Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja
Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja


Ketua Yayasan Get Plastik Indonesia Dimas Bagus Wijanarko mengatakan, agenda ini merupakan pembuktian dari proses pengolahan sampah menjadi BBM yang sebelumnya dilakukan di Cupuwatu, Sleman.

Hal itu juga sebagai sosialisasi kepada masyarakat bahwa ternyata sampah plastik bisa diolah menjadi BBM dan tidak menimbulkan kerusakan pada kendaraan.


"Sampai hari ini kami sudah dapat 200 liter BBM dari sampah-sampah yang dikumpulkan di wilayah Kalasan dan sekitarnya," ujarnya saat ditemui di Parkiran Ngabean, Jogja, tempat garasi Shuttle Bus Si Thole, Kamis (27/6).


Sebanyak 200 liter BBM itu telah digunakan untuk bahan bakar mobil kendaraan pengangkut sampah dan sebagian diberikan kepada pengelola shuttle bus Si Thole. Sekitar 15 liter BBM solar yang diisikan ke salah satu unit shuttle bus Si Thole sebagai bahan uji coba.


"Kita bisa menunjukkan kepada masyarakat bahwa tranportasi umum (Si Thole) bisa menggunakan bahan bakar dari sampah plastik," ungkapnya.


Selain itu, pihaknya juga ingin menunjukkan kepada pemerintah bahwa bahan bakar terbarukan dari proses pengolahan sampah plastik itu nyata dan bisa terpakai. Namun saat ini produk itu belum go public atau dijual di pasaran.


"Salah satu langkah kecilnya ya seperti ini. Kita juga melihat permasalahan sampah di Kota Jogja sendiri," jelasnya.

Baca Juga: Waduh, Empat SPBU di Gunungkidul Diskorsing Tidak Boleh Jual Pertalite dan Solar


Tidak main-main, pihaknya juga berani memberikan garansi 100 persen perbaikan kepada pihak pengelola shuttle bus Si Thole apabila BBM itu menyebabkan kerusakan di unit kendaraan.

Ia juga menyampaikan, pengolahan itu menjadi salah satu solusi agar permasalahan sampah di Kota Jogja bisa ditangani.


"Jogja bisa menyelesaikan permasalahan sampah sekaligus transportasinya jalan dengan BBM hasil pengolahanya," ungkapnya.


Sementara itu, salah seorang pengelola shuttle bus Si Thole Dyah Cahyaning Ardi mengakui pihaknya tertarik mencoba menggunakan BBM hasil olahan sampah plastik.

Hal itu diyakinkan dengan Yayasan Get Plastic Indonesia yang mengatakan BBM ini lebih baik dari biosolar, bahkan dexlite. "Mereka juga berani memberikan jaminan apabila kendaraan kami rusak," ujarnya.


Setelah proses pengisian BBM ke unit shuttle bus Si Thole, mereka langsung mencoba dengan mengendarai mengelilingi jalan dekat parkiran bus Ngabean. Uji coba itu untuk menguji perbedaan dalam mengendarai shuttle bus ketika menggunakan bio solar dengan BBM hasil pengolahan plastik itu.


Sopir shuttle bus Si Thole, Jodi mengatakan, perbedaannya lebih terasa pada tarikan mesin. Saat menggunakan BBM itu ia merasakan tarikan gas lebih responsif dibandingkan bio solar.

"Asap tadi, angkatan awal juga lebih tipis kelihatanya. Tapi coba kita lihat, lebih irit atau tidak," jelasnya. (oso/laz)

Editor : Satria Pradika
#Kota Jogja #solar #BBM #si thole #shuttle bus #pengolahan sampah plastik