RADAR JOGJA - Gelar Seni Pertunjukan Rakyat (Gesper) 2024 akan digelar di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta mulai 27 Juni hingga 29 Juni.
Gelaran tersebut berupaya untuk mengolaborasikan antara Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) ISI dengan masyarakat luas di sekitarnya. Berbagai seni pertunjukan ditampilkan dengan memadukan pasar rakyat UMKM.
Ketua Panitia Gesper 2024 Nursuasto Radityo mengatakan, kegiatan yang diketuainya itu selain sebagai silaturahmi antar alumni FSP ISI juga memiliki ikatan yang sama dengan individu di luar FSP ISI.
Gelaran tahun ini mencoba untuk bersinergi dengan berbagai pihak sehingga FSP ISI juga milik masyarakat luas."Kami mencoba menjadi jembatan FSP ISI ke masyarakat bahwa Gesper ini milik semua," katanya, Kamis (27/6).
Satu di antaranya dengan adanya pelaku UMKM yang dilibatkan dalam Gesper. Pasalnya memang ada pasar UMKM dalam gelaran Gesper 2024 ini.
Menurutnya, UMKM yang turut serta sebagian dari masyarakat Panggungharjo, Sewon, Bantul. Ditambah juga ada dari beberapa alumni yang memiliki lini usaha. Dibebaskan untuk umum tidak terbatas dari internal FSP ISI saja.
Radit berharap, Gesper 2024 menjadi cek ombak awal bahwa 25 tahun lalu menjadi ikon FSP ISI. Menurutnya, itu menjadi penting karena untuk mengetahui urgensi keberadaan Gesper itu sendiri sekarang seperti apa. Tentunya sebagai ikon itu akan terus dipertahankan menjadi berkelanjutan.
Selama tiga hari berbagai kegiatan mulai workhsop seni, donor darah, demo seni kriya, dan pertunjukan. Selain itu, dihibur juga oleh Iksan Skuter, Kukuh Kudamai, Nyi Ageng Ethnic, dan Sri Rejeki.
Pergelaran Gesper 2024 ini menghasilkan Perkumpulan Seni Lintas Zaman. Kehadirannya sebagai spirit membangun sistem manajemen kolaborasi untuk menghimpun potensi jejaring seni lintas zaman yang tersebar di berbagai wilayah.
Didirikannya Perkumpulan Seni Lintas Zaman akan menjadi ruang koordinasi serta manajemen yang lebih luas.
Diharapkan, dapat mampu memunculkan progam kreatif dengan mengoptimalkan potensi jejaring kolaborasi. Ketua Perkumpulan Seni Lintas Zaman Wibowo mengungkapkan, paguyuban yang dipimpinnya berdedikasi untuk menciptakan sistem manajemen dari kolaborasi seni dan budaya kerakyatan Indonesia.
Ide progam kreatif berupaya untuk menghubungkan berbagai generasi dan komunitas untuk saling bahu-membahu berproses kolaborasi melalui ragam kesenian rakyat.
"Semoga niat baik ini akan membuahkan dan mendapat apresiasi yang baik dari masyarakat luas," ucapnya. (rul/din).
Editor : Satria Pradika