Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Elektabilitas Heroe Poerwadi Kembali Unggul, PKB Kota Rilis Hasil Survei: Tak Ingin Masyarakat Salah Pilih

Kusno S Utomo • Kamis, 27 Juni 2024 | 22:23 WIB



JOGJA - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Jogja merilis survei kepemimpinan Kota Jogja.

Dalam survei itu memuat elektabilitas sejumlah figur yang diproyeksi menjadi calon wali kota dan wakil wali kota saat Pilkada 27 November 2024.


Hasilnya, nama Heroe Poerwadi kembali unggul.

Wakil wali kota Jogja periode 2017-2022 itu berada di urutan paling atas. Tingkat keterpilihan atau elektabilitas Heroe mencapai lebih dari 50 persen.


“ElektabilitasHeroe Poerwadi sebesar 52,73 persen. Disusul Muhammad Afnan Hadikusumo 20,76 persen, dan Singgih Raharjo 11,52 persen,” ujar Ketua DPC PKB Kota Jogja Solihul Hadi saat mengumumkan hasil survei internal yang digelar partainya kemarin (26/6/2024).


Afnan merupakan anggota DPD RI. Sedangkan Singgih sekarang menjadi kepala Dinas Pariwisata DIY.

Selama setahun, 22 Mei 2023 hingga 22 Mei 2024, Singgih menjadi penjabat wali kota Jogja.


Di bawah Afnan dan Singgih, ditempati Ketua Komisi A DPRD DIJ Eko Suwanto dengan elektabilitas 3,03 persen.

Disusul Ketua DPRD Kota Jogja Danang Rudiyatmoko 1,97 persen dan anggota DPRD DIJ terpilih dari Partai Gerindra Budi Waljiman 0,91 persen.


Sedangkan elektabilitas untuk wakil wali kota, Singgih berada di urutan teratas sebesar 21,06 persen.

Urutan kedua Afnan 13,64 persen, dan Eko Suwanto 9,24 persen. Nama Heroe juga disebut untuk posisi waki wali kota.


Elektabilitasnya ada di urutan keempat 7,42 persen, disusul Budi Waljiman 5,91 persen.

Urutan kelima ditempati mantan wali kota Jogja periode 2011-2016 Imam Priyono Dwi Putranto dengan elektabilitas 5,45 persen.


Saat mengadakan survei, Solihul menggandeng lembaga survei Abipraya Indonesia Consultan. Periode survei berlangsung pada 30 Mei-2 Juni 2024.

Populasi survei adalah penduduk yang terdaftar sebagai pemilih (DPT) Kota Jogja.


Jumlah sampel 660 responden yang tersebar secara proporsional di 14 kecamatan dan 45 kelurahan.

“Tersebar merata di tingkat RW Kota Jogja dengan margin of error sebesar 4 persen,” ujar anggota DPRD Kota Jogja terpilih hasil Pemilu 2024 ini.


Survei dilakukan dengan wawancara secara tatap muka memakai kuesioner oleh enumerator yang telah mendapatkan pelatihan sebelum survei dimulai. Survei dilakukan dengan wawancara mendalam.

"Tingkat akurasi survei ini dapat dipertanggungjawabkan,” tandas Solihul.


Meski survei diadakan hampir sebulan lalu, dia sengaja tak segera mengumumkan hasilnya ke publik.

Alasannya dia mempertimbangkan waktu yang pas.

“Kami melihat momentum yang tepat,” kilah mantan ketua DPD KNPI Kota Jogja ini.

Dengan mencermati hasil survei, Solihul mengatakan masyarakat dapat mengetahui calon pemimpin yang layak dipilih.


Ke depan, Kota Jogja membutuhkan wali kota yang mampu menyelesaikan beragam masalah.

Mulai soal sampah, kepemudaan, lingkungan hidup, sumber daya manusia (SDM) dan lainnya.

“Kami ingin menggawangi, jangan sampai masyarakat salah memilih,” tegasnya.


Tentang arah dukungan partainya, Sholihul belum bersedia berterus terang. Dia berdalih harus mengikuti mekanisme yang berlaku di partainya.

Nantinya calon yang akan diusung ditentukan oleh rekomendasi DPP PKB.

“Kami ikuti apa yang diputuskan DPP,” kilahnya.


Ketua Dewan Syuro DPC PKB Kota Jogja KH Muhayat mengatakan hasil Pemilu 2024 menjadi inspirasi bagi partainya memenangkan pemilihan wali kota 2024.

Sebab, suara PKB di lima dapil se-Kota Jogja seluruhnya mengalami kenaikan.

Ini menjadi keyakinan Muhayat pada Pemilu 2029, PKB bisa membentuk fraksi sendiri di DPRD Kota Jogja.


“Suara kami untuk kursi ketujuh atau terakhir DPRD DIJ juga hanya selisih 400 uara dengan PDI Perjuangan. Selangkah lagi kami bisa menang,” tegasnya semangat. (kus)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#calon wali kota #Pilkada #survei #PKB #elektabilitas #wakil wali kota #Heroe Poerwadi #Jogja