RADAR JOGJA – Trasnsaksi ekonomi dan keuangan digital terus bertumbuh. Sesuai data Bank Indonesia pada Senin (24/6), pertumbuhan digital banking sebesar 10,82 persen (yoy) atau dengan volume sebesar Rp 5.570,49 triliun.
Oleh karena itu, Bank BPD DIY Syariah turut mendorong mendorong peningkatan pertumbuhan transaksi digital banking di Jogjakarta. Melalui literasi dan inklusi keuangan kepada kalangan pelajar sekolah menengah.
Misi yang dipilih adalah menjadikan para pelajar sekolah menengah tidak lagi menerima uang saku dalam bentuk tunai. Selain untuk keperluan menabung, para siswa juga dapat membayar SPP dan membelanjakan alat keperluan sekolah di koperasi melalui transaksi digital.
“Terus kita dorong para pelajar untuk tidak memegang uang saku tunai, agar disimpan di tabungan dan transaksi secukupnya melalui mobile banking BPD DIY Syariah” beber Saifuddin Ansori, Pemimpin Cabang Syariah Bank BPD DIY.
Dengan textline satu aplikasi untuk berbagai transaksi, BPD DIY Mobile hadir untuk memberikan solusi transaksi finansial yang mudah, cepat dan aman. “BPD DIY Mobile dikembangkan dengan beragam manfaat untuk memenuhi kebutuhan transaksi pelajar dengan nyaman kapanpun dan dimanapun,” tuturnya.
Saifudin mengaku, pencapaian rasio literasi dan inklusi keuangan kegiatan tersebut turut didorong. Sebab merupakan salah satu edukasi kepada pelajar untuk menggunakan transaksi secara bijak dan benar. Sehingga bisa menghindari pelajar ataupun masyarakat terjebak dalam pinjaman ilegal dan sejenisnya. (eno)
Editor : Herpri Kartun