Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Soal 5.000 Ton Sampah di Kota Jogja Belum Kelar, Pemkab Sleman Minta Bantuan Atasi 923 Ton Sampah ke Pemprov DIY

Agung Dwi Prakoso • Rabu, 26 Juni 2024 | 22:22 WIB
Sekprov DIY Beny Suharsono di Kompleks Kepatihan Yogyakarta.   (Agung Dwi Prakoso/Radar Jogja)
Sekprov DIY Beny Suharsono di Kompleks Kepatihan Yogyakarta. (Agung Dwi Prakoso/Radar Jogja)

JOGJA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tengah mengupayakan ribuan ton sampah di Kota Jogja bisa dikeluarkan dari Kota Jogja dan digeser ke TPA Piyungan sampai Jumat (28/6/2024). Selanjutnya, proses penanganan sampah akan bergeser ke Kabupaten Sleman yang telah meminta bantuan untuk mengatasi sampah sebanyak 923 ton ke Pemprov DIY. 

Selama tiga hari ke depan, Pemprov DIY bersama Pemkot Jogja berkomitmen untuk menggeser 5.000 ton timbunan sampah di Kota Jogja. Sampah tersebut akan dibawa ke TPA Piyungan yang dibuka secara darurat untuk mengatasi hal itu. 

Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIY Beny Suharsono mengatakan total 5.000 ton timbunan sampah tersebut merupakan akumulasi dari depo dan titik-titik pembuangan sampah di seluruh Kota Jogja. Selain itu, sampah tersebut juga kebanyakan merupakan sampah-sampah lama yang tertahan.  

"Maka penanganan darurat salah satunya menggeser sambil mengakselerasi tempat pengelolaan (sampah)," ujarnya saat ditemui di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu (26/6/2024). 

Ia mencontohkan pada pembangunan TPS3R Kota Jogja yang berada di TPA Piyungan sampai saat ini progresnya hampir selesai. Ia mengatakan tempat tersebut telah diberi izin dan pengadaan alat pengolahan sudah dilakukan. 

"Sudah hampir clear (pembangunannya) mendekati angka 80-90%, satu hari bisa 60-70 ton sudah mengurangi sampah luar biasa," tuturnya.

Selanjutnya, setelah masalah sampah perkotaan selesai, Pemprov DIY akan fokus menangani sampah di Kabupaten Sleman. Pasalnya, Beny mengatakan pihak Pemkab Sleman menginformasikan terdapat sebanyak 923 ton sampah yang perlu diatasi. 

"Sleman sudah minta 923 ton sampah untuk kami selesaikan, kami sanggupi setelah (masalah sampah) Kota Jogja ini teratasi," tandasnya. 

Menurutnya, prioritas penanganan sampah memang difokuskan di Kota Jogja. Hal itu selain karena banyaknya sampah di Kota Jogja yang lebih banyak dari daerah lain juga karena Sleman dinilai mempunyai wilayah yang luas berbeda dengan daerah Kota Jogja. 

"Jadi bertahap, kenapa Sleman kita tahan dulu sampai hari keempat, Walaupun tidak pernah kami sarankan untuk dibakar," ujarnya.

Beny juga mengatakan bahwa kondisi TPA Piyungan relatif longgar pasca ditutup secara permanen. Sampah-sampah telah mengalami penurunan yang signifikan sehingga hal tersebut bisa dimanfaatkan untuk menangani permasalahan sampah di daerah. 

"Masih (mampu) karena penurunannya signifikan dan kami memperkuat penahan itu, kemarin ada yang jebol sudah kami perbaiki untuk menahan lagi (timbunan sampah)," ujarnya. (oso)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Pemprov DIY #Kota Jogja #Sampah #Kabupaten Sleman