JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Embung Langensari pada Selasa (25/6). Dalam kegiatan tersebut pemkot mengusung tema “Organikkan Jogja” sebagai bentuk komitmen untuk menyelesaikan permasalahan sampah di wilayah tersebut.
Sekretaris Daerah Kota Jogja Jogja Aman Yuriadijaya mengatakan, melalui tema tersebut pihaknya ingin mengajak masyarakat agar mau untuk mengelola sampah organik dari rumah. Sehingga kemudian, sampah-sampah organik yang selama ini dihasilkan masyarakat tidak langsung dibuang tempat pembuangan akhir (TPA).
Aman melanjutkan, dalam mengajak masyarakat mengelola sampah organik itu pihaknya juga akan mendorong kader-kader bank sampah yang ada di Kota Jogja. Sehingga kemudian penanganan sampah organik bisa diselesaikan dari tingkat bawah.
“Kami punya 678 bank sampah se-Kota Jogja yang berbasis RW,” ujar Aman saat ditemui di sela kegiatan, Selasa (25/6).
Menurut Aman, kehadiran bank-bank sampah memang sudah cukup efektif dalam pengurangan sampah di Kota Jogja. Buktinya, pada tahun 2023 lalu bank sampah didorong untuk pemilahan sampah anorganik dan hasilnya mampu mengurangi produksi sampah sebesar 300 ton menjadi 200 ton.
Kemudian untuk tahun ini, sambung Aman, pihaknya tengah mendorong agar bank-bank sampah di Kota Jogja mampu untuk mengolah sampah organik. Upayanya dilakukan dengan melatih kader-kader bank sampah untuk bisa melakukan pengelolaan sampah organik melalui metode biopori.
Aman membeberkan, produksi sampah organik di Kota Jogja memang cukup besar. Perbandingannya sendiri mencapai 60 persen dari total produksi sampah di Kota Jogja. Sehingga potensi untuk mengolah sampah organik di Kota Jogja memang cukup tinggi.
Dia mengungkapkan, bahwa hasil dari pengolahan sampah organik itu juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sendiri. Yakni sebagai pupuk kompos jika diolah melalui metode biopori. Sementara sampah organik yang belum diolah dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak yang ada diluar wilayah Kota Jogja.
“Harapannya dengan mengolah sampah organik dari sumbernya produksi sampah bisa terus menurun,” ungkap Aman.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Sugeng Darmanto menyampaikan, secara nasional Hari Lingkungan Hidup tahun ini mengusung tema Penyelesaian Krisis Iklim Dengan Inovasi dan Prinsip Keadilan. Tema tersebut merupakan pengingat bahwa permasalahan iklim dan lingkungan harus segera diselesaikan.
Kemudian untuk pengertian tema lokal Organikkan Jogja, jelas dia, diharapkan menjadi sebuah komitmen untuk menyelesaikan permasalahan sampah organik. Khususnya melalui pengolahan berbasis rumah tangga.
“Organikkan Jogja untuk mewujudkan olah sampah seko omah,” terang Sugeng.
Sebagai informasi, peringatan Hari Lingkungan Hidup yang diselenggarakan oleh Pemkot Jogja juga dikemas dengan berbagai kegiatan. Di antaranya grebeg sampah, pembuatan 1.500 ecoenzym, fashion show dari bahan daur ulang, serta berbagai pemberian penghargaan melalui lomba kepada masyarakat yang telah berinisiatif untuk melakukan pengolahan sampah.
Untuk kategori Lomba Bank Sampah Sekolah tingkat SD diraih juara satunya oleh Bank Sampah Sajotu (SD N Pujokusuman 1), lalu juara dua disabet Bank Sampah Sangti Recycle (SDK Samg Timur, sementara juara tiganya diraih Bank Sampah Elgata (SD N Giwangan)
Kemudian juga dilaksanakan lomba bank sampah tingkat SMA. Adapun untuk juara satu diraih Bank Sampah Skaduta (SMKN 2 Yogyakarta), juara dua Satelit Bank Smapah (SMAN 1 Yogyakarta), juara ketiga diraih Daura Volunteers (MA Mu’allimin Muhamadiyah Yogyakarta. Serta juara harapan satu diraih oleh Bank Sampah Cut Nya’din (SMA Negeri 11 Yogyakarta).
Disamping itu, juga dilaksanakan lomba kampanye lingkungan. Untuk juara satu diraih Putria Almira Damayanti dari MTsN 1 Yogyakarta, juara dua Farah Almaira Rahman dari SMP IT Abu Bakar, lalu juara ketiga diraih Muhammad Gian Alana Akmal dari SMPN 9 Yogyakarta. Sementara untuk juara harapan satu diraih Ariella Shakila Maheswari dari SMPN 6 Yogyakarta dan juara harapan dua Andika Qodrya Putra dari SMP IT Abu Bakar.
Kemudian juga digelar lomba poster, untuk juara satu diraih Nindya Aura Nugrahani dari SMPN 5 Yogyakarta, lalu juara kedua Alysha Salma Putri dari SMP N 9 Yogyakarta, kemudian juara tiga diraih Angga Dasa Paramita dari SMPN 5 Yogyakarta. Sementara untuk juara harapan satu diraih Torres Eguen Javas Wistara dari SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta, serta juara harapan dua diraih Zevanya Giovani Prudence Sihombing dari SMPN 6 Yogyakarta. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin