RADAR JOGJA - Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Jogja melakukan pemantauan dalam pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMP di Kota Jogja. Dua sekolah menjadi sampel inspeksi Forpi Senin (24/6) yakni SMPN 5 Jogja dan SMPN 8 Jogja.
Dalam monitoring ini, anggota Forpi Baharudin Kamba mengaku belum ada temuan atau kendala spesifik yang terjadi. Secara garis besar permasalahan yang ditemui lebih banyak seputar berkas dan persyaratan bagi beberapa pendaftar.
"Ada beberapa orang tua yang berkasnya belum lengkap. Itu kendala yang banyak terjadi. Itu membutuhkan waktu juga untuk pengecekan lagi ke Disdikpora," katanya saat ditemui di SMPN 5 Jogja, Senin (24/6).
Namun ia juga mengungkapkan pihaknya akan terus melakukan monitoring secara berkala, kendati belum ada laporan atau temuan. Regulasi pendaftar mulai keikutsertaan dalam kartu keluarga (KK) hingga status pendaftar melalui jalur perpindahan tugas orang tua (PTO) jadi hal yang cukup rentan dan perlu dikawal.
"Semua jalur pada dasarnya rentan. Ini perlu terus dikawal dan dilakukan monitoring. Namun sejauh ini lancar, permasalahan server error juga tidak terjadi," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 5 Jogja Siti Arina Budiastuti menyampaikan, dalam PPDB 2024 ini pihaknya memiliki kuota sebanyak 320 siswa baru. "Sebanyak 320 itu dari semua jalur. Jumlahnya juga sama dengan tahun lalu," katanya.
Dikatakan, kemarin PPDB zonasi radius dan afirmasi disabilitas. "Zonasi radius itu 15 persen dari total penerimaan siswa, dan afirmasi disabilitas 5 persen," jelasnya.
Di hari pertama pendaftaran, kuota untuk jalur zonasi radius telah terpenuhi, bahkan pendaftar melebihi target yang ditetapkan. "Sejauh ini sudah lebih dari 40 siswa yang daftar zonasi radius. Sementara kuotanya 35 siswa saja," urainya.
Dikatakan, meski sudah terpenuhi, pihaknya tetap buka sesuai timeline. Nanti baru diseleksi menurut radius yang paling dekat.
Saat dikonfirmasi terkait proses pelaksanaannya sendiri, Arina berujar semua proses berjalan lancar dan minim kendala. "Semua lancar. Kami juga siapkan meja, kursi hingga tenda untuk peserta menunggu dan memverifikasi dokumen," tandasnya. (iza/laz)