Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Legislator Komisi D DPRD Kota Jogja Sebut Pemerintah Kurang Peka terhadap Pariwisata karena Ini

Iwan Nurwanto • Senin, 24 Juni 2024 | 11:40 WIB
Warga melintas di kawasan kampung wisata Patalan, Kotagedhe, Jogja, Minggu (23/6).
Warga melintas di kawasan kampung wisata Patalan, Kotagedhe, Jogja, Minggu (23/6).

 


RADAR JOGJA - Anggota Komisi D DPRD Kota Jogja Yogo Prasetyo Pri Hutomo menyoroti kurangnya perhatian pemerintah terhadap sektor pariwisata. Hal itu dapat dilihat dari masih minimnya kampung wisata dengan predikat mandiri di Kota Jogja.

Politisi Partai Golkar itu mengatakan, masyarakat Kota Jogja sebenarnya memiliki banyak kreativitas yang berpotensi menjadi daya tarik wisata. Bentuknya berupa kegiatan-kegiatan budaya yang kerap dilakukan oleh masyarakat di wilayahnya. 

Namun menurut Yogo, pemerintah sampai saat ini masih belum peka untuk merespons potensi-potensi tersebut. Salah satu contohnya, yakni di Kampung Sutodirjan, Pringgokusuman, Kemantren Gedongtengen.

Kampung itu dulunya pernah menyabet beberapa penghargaan tingkat nasional. Yakni juara dua kampung piala dunia dan peringkat sepuluh gapura terbaik nasional. Masyarakat pun diketahui juga menggunakan dana swadaya untuk memperindah kampungnya.

Mereka kalau  ingin tampil lagi terkendala biaya pembuatan. Mereka juga pernah minta support dari pemerintah atau dinas ternyata kurang responsnya. “Padahal itu banyak mengundang wisatawan,” ujar Yogo kepada Radar Jogja, Minggu (23/6).

Dia menilai, potensi-potensi seperti itu sebenarnya juga ada di kampung-kampung lain di Kota Jogja. Contohnya berupa kegiatan fotografi dengan menggunakan baju-baju adat dengan latar belakang kehidupan kampung. Lalu, juga ada kampung yang memiliki komunitas seni seperti barongsai atau jathilan.

Yogo menyebut, potensi-potensi tersebut sebenarnya dapat dimaksimalkan untuk mengundang wisatawan. Namun memang terkadang banyak kendala yang dihadapi oleh para pelaku seni, seperti belum memiliki legalitas dan sebagainya.

“Semoga pemerintah paham untuk hadir dan peka terhadap kreativitas masyarakat yang menjadi daya tarik wisatawan, serta dapat membantu legalitas yang harus ditempuh agar bisa menjadi kampung mandiri,” kata Yogo.


Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Jogja Husni Eko Prabowo menyampaikan, ada empat klasifikasi kampung wisata. Yakni kampung wisata mandiri, maju, berkembang, dan rintisan.


Di Kota Jogja baru kalurahan Rejowinangun di Kemantren Kotagede yang sudah memiliki klasifikasi mandiri. Kemudian untuk yang memiliki predikat maju ada tiga  kampung wisata, yaitu Warungboto, Cokrodiningratan, dan Prenggan.

Baca Juga: Pelaku Tabrak Lari yang Tewaskan Legislator DPRD di Papua Tertangkap, Ternyata Konsumsi Sabu sebelum Kejadian


Lalu untuk yang masuk predikat berkembang, disebutnya, sudah ada delapan kampung wisata. Sementara untuk sisanya atau sebanyak 13 kampung wisata masuk kategori rintisan.

Menurut Husni, kegiatan sertifikasi kampung wisata di Kota Jogja dilakukan dalam periode tiga tahun sekali. Dalam penilaian atau survei kampung wisata tersebut pihaknya juga melibatkan tim ahli.“Kalau layak baru nantinya diakui dan diikutkan dalam  kegiatan kampung wisata,” terangnya. (inu/din)

Editor : Satria Pradika
#Kota Jogja #Yogyakarta #DIY #DPRD #kampung wisata #Jogja