Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

PSSI Beri Penghargaan ke Polresta Sleman, Berhasil Membongkar Kasus Dokter Gadungan PSS

Gregorius Bramantyo • Senin, 24 Juni 2024 | 02:30 WIB

REWARD: Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberi penghargaan kepada Kapolresta Sleman Kombes Pol Yuswanto Ardi atas keberhasilan jajarannya mengungkap kasus dokter bola gadungan Elwizan Aminuddin.
REWARD: Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberi penghargaan kepada Kapolresta Sleman Kombes Pol Yuswanto Ardi atas keberhasilan jajarannya mengungkap kasus dokter bola gadungan Elwizan Aminuddin.
 


RADAR JOGJA – PSSI memberikan penghargaan dan apresiasi kepada Polresta Sleman atas keberhasilannya mengungkap kasus dokter bola gadungan Elwizan Aminuddin. Kapolresta Sleman Kombes Pol Yuswanto Ardi menerima penghargaan dari Ketua Umum PSSI Erick Thohir di Solo, Jumat (21/6).


Erick Thohir mengatakan, penghargaan diberikan sebagai upaya perbaikan sepak bola nasional. PSSI termasuk pihak yang dirugikan dengan adanya dokter gadungan. Khususnya saat Elwizan berada di lingkungan Timnas Indonesia.

Dalam upaya perbaikan untuk menjadikan sepak bola lebih baik, PSSI tidak bisa melakukannya sendirian. “PSSI sangat membutuhkan dukungan dari pihak lain,” ujar Erick.

Ia menekankan PSSI akan terus berkolaborasi dengan seluruh pihak demi menjaga sepak bola Indonesia bebas dari tindak kriminalitas. Erick juga menyoroti kasus pengaturan skor atau match fixing di Sleman pada 2018 silam saat PSS Sleman masih berkompetisi di Liga 2. “Kalau sepakbola mau terbang tinggi, apalagi ini olahraga pemersatu bangsa, tentu hal ini patut kita apresiasi," kata menteri BUMN ini.

Maka dari itu, PSSI bekerja dengan kepolisian untuk mengungkap match fixing yang terjadi di Sleman. Termasuk juga dalam pengungkapan kasus dokter yang ternyata tidak sesuai dengan kualifikasi. “Sehingga merugikan pihak lain," imbuh Erick.

Pembenahan dan perbaikan akan terus dilakukan agar sepak bola nasional bisa lebih baik. Apalagi olahraga si kulit bundar merupakan pemersatu bangsa.Kita juga tahu bahwa banyak generasi muda saat ini ingin menjadi bagian dari sepak bola nasional. “Jadi, kita harus melakukan banyak pembenahan," tegas mantan presiden klub Inter Milan ini.

Yuswanto Ardi mengatakan, pengungkapan kasus dokter gadungan merupakan bentuk dukungan dari kepolisian agar sepakbola nasional bisa lebih maju. Ia menyatakan, Polresta Sleman siap mendukung demi kemajuan sepakbola tanah air. “Kami juga mengapresiasi PSSI yang terus berupaya menjadikan sepak bola kita mengalami kemajuan yang luar biasa," ucap Ardi.

Polresta Sleman membentuk tim khusus yang terdiri dari 20 personel untuk membongkar kasus tersebut. Elwizan kemudian ditangkap dan dihukum dua tahun enam bulan penjara. Sejak buron, pelaku sering berganti identitas. “Namun kami akhirnya bisa menangkapnya," kata Ardi. (tyo/din)

 

Editor : Satria Pradika
#PSS #dokter gadungan #Polresta Sleman #Yuswanto Ardi #PSSI #Erick Thohir