JOGJA - Tragedi pengeroyokan salah seorang pengusaha rental mobil di Sukolilo, Pati, Jawa Tengah berimbas pada beberapa pemilik jasa persewaan mobil di Yogyakarta.
Ramai para pemilik rental kawasan Yogyakarta mem-blacklist penyewa ber-KTP Pati, Jawa Tengah.
Salah seorang pengusaha rental mobil di Yogyakarta berinisial WSN mengatakan walaupun usahanya tergolong baru dirinya juga ikut mem-blacklist penyewa ber-KTP Pati, Jateng untuk alasan keamanan.
Hal itu menurutnya karena banyak juga jaringan antar pengusaha rental yang melakukannya.
"Untuk sementara ini kami blacklist, belum tau sampai kapan," ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (23/6/2024).
Tak hanya itu, dirinya juga mem-blacklist beberapa penyewa daerah lain seperti Temanggung, Wonosobo, dan Madura.
Alasannya, untuk keamanan dan lebih waspada agar unit kendaraannya tidak hilang atau 'diblandangke'.
"Banyak juga di grup-grup FB yang nyuruh waspada setelah kejadian itu (Kasus Sukolilo)," tuturnya.
Sejalan dengan itu, pemilik rental lainnya asal Yogyakarta dengan inisial D mengatakan bahwa ada beberapa zona merah bagi pengusaha rental mobil.
Baca Juga: Rombongan Jarang Beli (Rojali) di Jogja Meresahkan, Begini Keluhan Para Pengusaha Coffee Shop
Beberapa daerah lain yang tidak ingin ia sebutkan juga dinilai perlu diwaspadai.
"Untuk saat ini secara pribadi setelah ada berita ini akan mempertimbangkan (Blacklist penyewa dari daerah rawan) mas," katanya.
Dalam proses sewa menyewa mobil rental, informasi mengenai identitas dan domisili penyewa haru jelas.
Pasalnya, hal tersebut sebagai dasar keputusan dirinya melepas unit mobil atau tidak, khususnya di daerah zona rawan.
"Sering (tidak melepas unit), kalau daerah gak tentu kami mempertimbangkan tidak melulu dari daerah tetapi dari karakter penyewa juga."
"Bisa dari track record dan feeling insting, kalau ragu ya gak dilepas," jelasnya.
Baca Juga: Pemkot Jogja Dinilai Kurang Perhatian Terhadap Sektor Pariwisata, Legislator Ini Ungkap Alasannya
Menurutnya, monitoring melalui GPS mobil yang disewa sangat perlu dilakukan.
Apalagi jika penyewa mobil keluar dari daerah tujuan utama, menurutnya pemilik rental harus selalu cek dan ricek.
"Misal dia dari daerah rawan, misalnya dari Yogya ke arah Jawa Barat atau Jawa Tengah kami pantau kalau keluar dari daerah itu pasti langsung mantau GPS," jelasnya.
Baca Juga: Grand Dafam Signature International Airport Yogyakarta Lakukan Rebranding Menjadi Morazen Yogyakarta
Saat melepas unit kendaraan, dirinya memilih untuk tidak melepas kunci jika identitas penyewa benar-benar dari daerah rawan.
Ia mengatakan pernah mendapatkan orderan dari Pati dan kebetulan selalu beserta driver jadi tidak mencurigakan.
Pengusaha Rental Mobil di Yogyakarta lainya, FS mengaku telah mem-blacklist penyewa ber-KTP Kabupaten Pati sejak 2020 lalu.
Baca Juga: Sumber: Juventus Selangkah Lagi Dapatkan Tanda Tangan Douglas Luiz Senilai 43 Juta Pounds
Alasannya adalah lantaran dia mendapatkan informasi dari teman sesama pemilik rental yang tidak bisa mengambil unit mobilnya setelah berhenti di daerah Pati.
"Sudah saya blacklist sejak 2020, jadi dulu awal-awal Pandemi (covid-19) itu teman rental ada yang menginformasikan di grup Whatsapp kalau mobilnya ke arah sana dan gak bisa diambil," ujarnya.
Selain wilayah Pati dia juga mem-blacklist beberapa wilayah lain seperti Magetan, dan juga Lampung.
Ia juga mengatakan bahwa saat dirinya membuka usaha rental mobil, mobilnya pernah digadaikan di daerah Magetan, Jawa Timur.
"Pati baru ke-up baru-baru ini, sebenarnya sudah lama itu."
"Alhamdulillah belum pernah digelapkan di Sukolilo kalau Magetan pernah," ujarnya. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin