Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tumpukan Sampah di Depo Mandala Krida Ancam Kesehatan, Hingga Akibatkan Omzet Penjualan Anjlok

Rizky Wahyu Arya Hutama • Minggu, 23 Juni 2024 | 00:45 WIB
Suasana tumpukan sampah di Depo Mandala Krida, Sabtu (22/6/2024)
Suasana tumpukan sampah di Depo Mandala Krida, Sabtu (22/6/2024)

RADAR JOGJA - Masyarakat Jogja kembali dihebohkan dengan video yang menunjukkan tumpukan sampah meluber hingga keluar gerbang di depo Mandala Krida.

Dari pantauan Radar Jogja, Sabtu (22/6/2024) siang di depo sampah Mandala Krida, meskipun tumpukan sampah masih menggunung melebihi pagar, tidak ada sampah yang keluar gerbang.

Petugas kebersihan tampak sibuk membersihkan dan memindahkan sampah ke truk pengangkut sampah.

Kondisi ini pun memicu keluhan dari masyarakat sekitar. Mereka mengeluhkan dampak ekonomi dan kesehatan akibat tumpukan sampah yang sudah berlangsung selama enam bulan tersebut.

Painem, seorang penjual nasi kuning di sekitaran Stadion Mandala Krida mengaku, bahwa penumpukan sampah sudah membuat omzet usahanya anjlok drastis.

"Dampaknya sangat luar biasa. Pada Idul Fitri lalu sampah semakin memuncak," katanya saat ditemui di lapaknya.

Selain berdampak pada ekonomi, perempuan 65 tahun itu juga mengalami masalah kesehatan hingga harus dirawat di rumah sakit karena tidak tahan dengan bau sampah.

"Saya tidak kuat dengan baunya. Saya sampai mondok (rawat inap), pokoknya ngeri sampahnya," ujarnya.

Menurutnya, situasi anjloknya omzet usaha dia saat ini lebih parah dibandingkan saat pandemi Covid-19 lalu. Ini diyakini karena adanya tumpukan sampah yang tak kunjung selesai itu.

"Sekarang dua kilogram saja nggak habis, sampai saya bingung dan sampai tombok dua juta. Lalu pada hari apa itu sempat dibongkar sampahnya pakai backhoe. Belum dapat Rp 1.000 pun saya langsung tutup karena nggak kuat baunya," bebernya.

Painem berharap masalah sampah di Kota Jogja ini segera dapat terselesaikan. Agar kehidupan bisa kembali lagi seperti semula. Karena saat ini, ia merasakan masalah sampah itu semakin parah dari hari ke hari.

Senada dengan Painem, Lahuri seorang pedagang Lontong Sayur di area Stadion Mandala Krida juga merasakan dampak negatif dari tumpukan sampah ini terhadap omzet jualannya.

"Sebagai pedagang kaki lima kami sudah usul belum ada solusinya, harusnya pemerintah tanggap. Sepi, orang makan duduk saja langsung pergi," keluh Lahuri.

Menanggapi masalah ini, Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Ahmad Haryoko mengungkapkan, tumpukan sampah yang terjadi di Depo mandala Krida itu sejatinya berasal dari warga masyarakat.

Masalah ini juga diperburuk karena TPST 3R milik Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja belum beroperasi maksimal.

Namun, DLH Kota Jogja sejauh ini sudah berupaya untuk mendistribusikan sampah-sampah itu ke depo yang masih kosong.

"Sekarang masih di angka 100 ton yang bisa diolah, dari tiga lokasi yakni Kranon, Karangmiri, dan Nitikan," katanya.

Haryoko menambahkan, untuk kondisi Depo Mandala Krida saat ini telah menampung 1.500 ton sampah. Namun saat disinggung kapan akan mengosongkan depo, hal itu belum ada pembahasan lebih detail.

"Masih belum dibahas," tambahnya singkat. (ayu).

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Tumpukan Sampah #Mandala Krida #Depo Mandala Krida #meluber #Kesehatan #masyarakat jogja #Pemkot Jogja #Sampah #Yogyakarta 5 #omzet