Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

BPBD DIY Imbau Masyarakat Waspadai Kemarau Juni-Juli 2024, Antisipasi Kebakaran hingga Kekurangan Air Bersih

Agung Dwi Prakoso • Sabtu, 22 Juni 2024 | 16:30 WIB

 

ILUSTRASI KEMARAU; Pengguna jalan melintas saat cuaca panas di seputaran Jalan KH Wahid Hasyim, Kota Jogja.
ILUSTRASI KEMARAU; Pengguna jalan melintas saat cuaca panas di seputaran Jalan KH Wahid Hasyim, Kota Jogja.

RADAR JOGJA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mengimbau masyarakat untuk antisipasi kekeringan saat musim kemarau yang diperkirakan terjadi Juni-Juli 2024. Disebutkan, beberapa daerah yang rawan kekeringan adalah Kabupaten Gunungkidul, Kulon Progo dan Bantul.


Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar rahmad mengatakan, saat ini penyebutan musim itu adalah kemarau basah. Beberapa wilayah perbukitan seperti Gunungkidul dan Kulon Progo dapat berpotensi berkurangnya ketersediaan air minum.


"Kalau untuk kekeringan, pertama yang kita lakukan adalah penyediaan droping air bersih," ujarnya saat dikonfirmasi Jumat (21/6).


Selain itu, BPBD DIY juga akan mempersiapkan teknis droping air jika terjadi permintaan kebutuhan air minum. Hal itu dinilai patut untuk diantisipasi mengingat permasalahan ketersediaan air minum di beberapa wilayah kerap terjadi saat musin kemarau atau kekeringan.


"Tidak hanya BPBD, tapi seluruh komponen masyarakat bisa memberikan bantuan air minum kepada yang membutuhkan," tuturnya.


Selain itu, pihaknya juga mengimbau terkait kewaspadaan bencana kebakaran. Hal itu dinilai kerap terjadi saat musim kekeringan, terutama disebabkan oleh percikan api dari proses pembakaran sampah yang sembarangan. "Mohon jangan dibakar saat musim kering karena berakibat kebakaran yang meluas," tandasnya.


Beberapa lokasi yang menjadi perhatian BPBD saat musim kemarau berlangsung, di antaranya, Gunungkidul, Bantul, dan Kulonprogo. Hal itu dikarenakan di wilayah itu masih banyak ditemui kawasan hutan produksi atau hutan lindung. "Ketika terjadi kekeringan, maka kedalaman satu meter itu kan isinya humus. Nah humus itu kering sehingga mudah terbakar," tandasnya.


Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi DIY Reni Kraningtyas dalam keterangan tertulisnya menyebutkan, berdasarkan hasil pemantauan curah hujan hingga 20 Juni 2024 dan prakiraan peluang curah hujan dua dasarian ke depan, maka terdapat potensi kekeringan meteorologis di DIY. Kekeringan meteorologis adalah berkurangnya curah hujan dari keadaan normal dalam jangka waktu yang cukup panjang dalam kurun waktu bulanan.


BMKG telah menetapkan status siaga di Kabupaten Gunungkidul, Bantul, dan Kulon Progo. Hal itu karena daerah tersebut telah mengalami hari tanpa hujan lebih dari 31 hari. Selain itu, di daerah itu juga diperkirakan memiliki curah hujan rendah di bawah 20mm/dasarian dengan peluang terjadi di atas 70 persen.


Maka dari itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk mengatisipasi dengan mempersiapkan sektor pertanian dengan sistem tadah hujan, antisipasi pengurangan ketersediaan air bersih, dan peningkatan potensi terjadinya kebakaran hutan. (oso/laz)

Editor : Satria Pradika
#kemarau #kekurangan air bersih #Antisipasi Kebakaran #BPBD DIY