Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kerja Sama Dinpar DIY dengan Jaringan Accor Hotel Grup, Kampung Wisata Prenggan Terima Drum Pengolah Sampah Bio Konversi

Agung Dwi Prakoso • Jumat, 21 Juni 2024 | 03:20 WIB

 

ATASI SAMPAH : Penyerahan tujuh unit drum pengolah sampah teknologi bio konversi dari Dinas Pariwisata DIJ ke Kampung Wisata Prenggan, Kotagedhe.
ATASI SAMPAH : Penyerahan tujuh unit drum pengolah sampah teknologi bio konversi dari Dinas Pariwisata DIJ ke Kampung Wisata Prenggan, Kotagedhe.

RADAR JOGJA - Kampung Wisata Prenggan, Kotagede, menerima bantuan tujuh unit drum pengolah sampah teknologi bio konversi. Bantuan tersebut diberikan oleh Dinas Pariwisata DIY bekerja sama dengan jaringan Accor Hotel grup di Jogja. Ini merupakan wujud tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.


Teknologi bio konversi merupakan metode pengolahan sampah yang memproses sampah dengan melibatkan mikroorganisme. Nantinya, hasil pengolahan sampah tersebut berubah menjadi sampah organik yang menjadi produk seperti pupuk yang bernilai tinggi.


Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo mengatakan persoalan sampah dapat dirasakan di seluruh wilayah di seluruh DIY. Hal tersebut mulai dirasakan sejak TPA Piyungan ditutup secara permanen."Semua pihak harus punya solusi bagaimana cara menangani sampah lewat pengurangan dan juga mengolah," ujar Singgih.


Persoalan pengurangan sampah harus dilakukan mulai dari hulu hingga hilir. Maka dari itu, Prenggan sebagai kampung wisata diimbau untuk menjadi pelopor dalam pengolahan sampah secara konsisten."Destinasi wisata di DIY harus punya komitmen yang sama tetap menjaga lingkungan agar sektor wisata menarik dan bersih," jelasnya.


Kampung Wisata Prenggan menerima tujuh drum plastik dengan volume 120 liter sebagai wadah pengolahan sampah berbasis teknologi bio konversi. Tujuh drum ini dapat digunakan untuk pengolahan sampah selama tujuh hari, dengan produk yang dihasilkan berupa pupuk cair.


Harapannya, dengan pengadaan tujuh unit drum pengolah sampah teknologi bio konversi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi para pelaku wisata lain di DIY. Ia menilai apabila setiap pelaku industri pariwisata telah menerapkan pengolahan sampah, maka permasalahan sampah di DIY akan perlahan tertangani.


Ketua RW 04 Prenggan Ariawan Dwi Nugroho mengatakan, alat ini akan sangat membantu memaksimalkan upaya pengolahan sampah oleh warga yang selama ini juga sudah berjalan.

Di wilayahnya bank sampah sudah berjalan, namun memang belum maksimal dikarenakan kapasitas alat pengolah sampah yang minim.

"Dengan bantuan ini nantinya volume sampah yang bisa kami olah bisa lebih banyak lagi, mungkin bahkan bisa lima kali lipat dari sebelumnya,” ujarnya.


Menurutnya, kesadaran masyarakat agar mau memilah sampah dari rumah dinilai penting. Sampah yang terkumpul kemudian diserahkan ke bank sampah untuk di proses di Bank Sampah.

Ini masih menjadi tantangan karena masih banyak warga dari luar kampung kami yang membuang sampah sekedar lempar di pinggir jalan. “Semoga warga kami bisa konsisten dan tidak terpengaruh,”harapnya. (oso/din)

Editor : Satria Pradika
#perusahaan #pengolah sampah #Dinas Pariwisata DIY #kampung wisata