Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

GKR Hemas Sebut Tapera Jangan Dipaksakan supaya Tak Ulangi Kesalahan seperti ASABRI

Heru Pratomo • Kamis, 20 Juni 2024 | 00:18 WIB
Anggota MPR RI GKR Hemas dalam sosialisasi empat pilar di Bimomartani Ngemplak
Anggota MPR RI GKR Hemas dalam sosialisasi empat pilar di Bimomartani Ngemplak

 

RADAR JOGJA - Anggota MPR RI GKR Hemas mewanti-wanti pemerintah untuk lebih fokus dalam mengurus negara. Di antaranya terkait program tabungan perumahan rakyat (Tapera). Supaya tidak mengulangi kesalahan yang sama.

 

"Tapera adalah contoh kesejahteraan masyarakat justru dijadikan alat politik," tegasnya dalam kegiatan Sosialisasi 4 pilar di Gedung Pertemuan Kalurahan Bimomartani, Kapanewon Ngemplak, Sleman Rabu (19/6).

Hemas menyebut , tapera jelas memberatkan masyarakat. Karena kebutuhan akan rumah tidak seperti kebutuhan kesehatan yang bisa menyebabkan BPJS atau Kartu Indonesia Sehat bisa berjalan baik.

"Tapera lebih mirip ASABRI yang kasus korupsinya merugikan negara hingga Rp 22,78 triliun," lanjutnya.

Dihadiri lebih dari 200 orang,  Hemas yang  menggunakan baju warna ungu menegaskan kembali, Pemilu Presiden dan Legislatif sudah selesai, jadi tidak perlu ada lagi perpecahan di masyarakat.

"Adapun Pilbup dan Pilwalkot  27 November nanti, tidak boleh membawa perpecahan yang baru, karena Jogja adalah satu di bawah Sultan Hamengkubuwono 10," pesannya.

Baca Juga: Libur Idul Adha, Kunjungan Wisata Lava Tour Menurun, Segini Jumlah Wisata yang Datang

 DPR dan pemerintah, kata dia, jangan lagi membuat undang-undang karena sudah mulai memasuki masa demisioner. Lebih baik fokus pada kesejahteraan masyarakat. KPK dan Kejaksaan harus bekerja lebih keras untuk segera menyelesaikan utang-utang kasus yang belum selesai. 

Pemerintah juga lebih baik memperhatikan masalah judi online yang sangat meresahkan masyarakat. Ini membuat orang menjadi miskin dan gelisah. Bahkan sampai ada kasus, polisi yang dibakar istrinya sendiri, yang juga polisi.

"Sesuai sila ke 5 Pancasila, kesejahteraan dan ketentraman sosial adalah bagian dari tugas pemerintah," ungkapnya.

Baca Juga: Prediksi Argentina vs Kanada Copa America Jumat 21 Juni 2024 Kick Off Pukul 07.00, H2H dan Susunan pemain, Siapa Pemenangnya?

Hemas juga mengingatkan agar tetap hati-hati dalam memaknai pesan dari media sosial. Banyak sekali orang berkomentar secara ngawur, dan terkadang justru merugikan pihak lain.

Perlu ketelitian dalam melihat dan mengomentari postingan di media sosial, apakah itu tiktok, instagram, facebook, twitter X, thread, atau status WhatsApp.

Menurut dia, Jogja sudah sangat sulit mengatasi urusan sampah, jangan diperparah dengan komentar yang tidak perlu. "Lebih baik melihat kembali secara teliti bagaimana Gunungkidul akan mengembangkan perekonomian dan pariwisatanya setelah Raffi Ahmad menarik diri," pesannya .

 

Editor : Heru Pratomo
#raffi ahmad #GKR HEMAS #kalurahan #Sosialisasi 4 Pilar MPR RI #Sultan Hamengkubuwono X #ngemplak #tapera #Jogja