RADAR JOGJA - Kalurahan Jatimulyo di Kapanewon Girimulyo terus mencoba menorehkan prestasi. Terakhir di tahun 2024 ini, kalurahan ini berhasil masuk nominasi 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024. Tentu torehan prestasi ini tak lepas dari perjuangan berbagai pihak di Jatimulyo.
ANOM BAGASKORO, Kulon Progo
"Tidak ada yang instan dan bukan perjuangan individu, tetapi semua masyarakat," ucap Lurah Jatimulyo Anom Sucondro Selasa (18/6).
Ia menjelaskan, Jatimulyo terus bertransformasi dalam upaya meningkatkan kemajuan desa. Dalam laku awal perjuangan Jatimulyo hingga mendapat segudang prestasi, kalurahan ini berhadapan dengan paradigma masyarakat yang kolot pada saat itu.
Perubahan drastis dimulai ketika Kalurahan Jatimulyo memperkenalkan konsep empat pilar. Konsep ini merupakan bentuk kolaborasi antara desa wisata, budaya, preneur, dan kader digital.
Kolaborasi ini membentuk keberlanjutan dan kesinambungan antara empat pilar. Sehingga setiap pilar memberikan dampak besar bagi pilar lainnya. Tentunya drngan orientasi partisipadi masyarakat. "Jatimulyo mulai digagas sebagai desa budaya sejak tahun 80-an," ucap Anom.
Lebih detail terkait perjuangan Kalurahan Jatimulyo, Anom menjelaskan, di tahun 80-an Desa Jatimulyo telah menggagas sebagai desa wisata. Namun predikat desa budaya baru terealisasi di tahun 1995. Lama tak berkembang, hingga tahun 2007 muncul gagasan pengembangan potensi desa. Gagasan tercetus setelah ada penellitan yang dilakukan KKN UGM dan Metala Geogama.
Namun, gagasan ini tak langsung bisa terealisasi. Lantaran paradigma masyarakat mengenai desa belum dapat diubah. Tahun 2012, gagasan pengembangan potensi desa mulai diimplementasikan dengan memasukkan pemetaan desa dalam RPJMDes.
Sejak itu, orientasi pengembangan desa wisata mulai terlihat dengan munculnya berbagai destinasi.
"Kami waktu itu juga menyusun perdes mengenai konservasi dan itu berkesinambungan dengan pengembangan potensi desa," ucapnya.
Anom menjelaskan, perkembangan Desa Jatimulyo terus berlanjut. Untuk meningkatkan pamornya sejak tahun 2014, Jatimulyo mulai mengikuti berbagai macam festival dan lomba. Sejak saat itu terus memborong berbagai prestasi. Tak hanya untuk desanya, prestasi juga diborong beberapa kelompok masyarakat seperti KTH Wanapaksi yang membawa Piala Kalpataru 2024.
Kini Kalurahan Jatimulyo telah bertransformasi menjadi Desa Mandiri Budaya dan berhasil masuk nominasi ADWI 2024. Alhasil, perjuangan keras yang dilakukan Jatimulyo terbayar lunas. Tak hanya penghargaan yang didapat, berbagai bantuan dan apresiasi juga didapat, seperti program bantuan PLN dan Pertamina.
Tentu program ini bermanfaat bagi pengembangan Jatimulyo. "Tentunya perjuangan juga berdampak pada prningkatan taraf ekonomi masyarakat sekitar," ungkapnya. (laz)