JOGJA - Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Jogja optimis, libur sekolah dongkrak trafik kunjungan wisata di Yogyakarta.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dispar Kota Jogja Sri Arika Wahyuningsih menyebut, saat ini kunjungan wisatwan ke Kota Pelajar ini telah melampaui angka yang ditargetkan, yakni sebanyak 3,2 juta.
"Target kita di 2024 3,2 juta, sekarang ini untuk wisatawan nusantara saja sudah melebihi 3,7 juta, terhitung dari awal tahun," kata Arika, Sabtu (15/6/2024).
Lanjut dia, angka tersebut diproyeksikan akan terus mengalami peningkatan.
Ia memaparkan, tingginya trafik kunjungan tersebut ditengarai beberapa momentum krusial.
Seperti libur panjang lebaran, ditambah juga dengan beberapa kali long weekend seperti libur panjang Kenaikan Isa Almasih hingga Waisak.
"Momen libur lebaran dan long weekend berdampak besar penyumbang wisatawan di Jogja," ungkapnya.
Dia mencontohkan saat libur panjang Waisak. Setidaknya sekitar 229.857 wisatawan mengunjungi Jogja.
Adanya libur panjang Idul Adha yang bersamaan dengan libur sekolah, dapat berdampak positif dan bisa mendongkrak kunjungan wisata secara signifikan.
"Belum ada data atau statistik resmi, tapi crowd wisatawan sudah terasa. Bus study tour di destinasi seperti Taman Pintar hingga GL Zoo sudah banyak," lontarnya.
Sementara itu, Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIJ Bobby Ardyanto Setyo Adji turut optimistis bahwa trafik wisatawan akan naik pada masa libur sekolah dan Idul Adha, kendatipun beberapa daerah tengah melakukan pembatasan atau pelarangan study tour.
Bobby memetakan, beberapa destinasi masih akan menjadi favorit bagi wisatawan dengan segmentasi pelajar.
Seperti, Keraton dan berbagai museum, hingga destinasi wisata budaya seperti Candi Borobudur dan Prambanan.
"Beberapa pantai di Gunungkidul, Bantul, dan Kulonprogo juga masih menjadi tujuan favorit mereka," bebernya.
Selanjutnya, jika menilik dari pemetaan wilayah, ia memprediksi bahwa kota Jogja masih akan menjadi destinasi yang paling favorit.
Menurutnya, kota Jogja punya latar belakang sejarah yang menjadi dasar dan juga budaya yang kuat.
"Hal ini juga didukung infrastruktur, akses yang mudah dan nyaman," paparnya.
"Sudah seharusnya produk di leverage jadi quality tourism yang deep experience dan meaningfullness, agar berwisata di Jogja punya pengalaman yang kuat dan memorable," tandasnya. (iza)
Editor : Meitika Candra Lantiva