RADAR JOGJA - Aksi vandalisme berupa coret-coret pada ruang publik di Jogja tergolong masih marak. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jogja pun meminta peran aktif masyarakat untuk ikut membantu mencegah pelaku vandalisme melakukan aksinya.
Kepala Satpol PP Kota Jogja Octo Noor Arafat mengatakan, aksi vandalisme di Kota Jogja mayoritas didominasi coretan nama-nama geng sekolah. Aksi itu biasanya menyasar fasilitas publik seperti dinding, jembatan, hingga rambu lalu lintas.
Diakui Octo, pihaknya belum menggalakkan operasi khusus untuk aksi vandalisme. Meski demikian, sudah ada kegiatan rutin berupa patroli dan operasi cipta kondisi yang terdiri atas personel Satpol PP, tim Pengendalian Operasional (Dalops), serta Satgas Linmas Kota Jogja.
"Justru kami berharap ada partisipasi masyarakat untuk bersama menjaga Jogja dari aksi vandalisme. Turut mengingatkan anak atau anggota keluarga dan saudaranya untuk sadar pentingya menjaga Jogja dari aksi vandalisme," ujar Octo saat dikonfirmasi Kamis (13/6).
Ia mengatakan pihaknya juga menjalankan program Satpol PP Berkah (Satpol PP Bergerak Bersama Sekolah) tiap tahun ajaran baru untuk mendukung panca tertib di lingkungan sekolah. Kemudian juga sosialisasi pencegahan vandalisme dan pemberlakuan Perwal No 49 Tahun 2022 tentang Jam Malam Anak dan Antisipasi Kejahatan Jalanan.
Termasuk menyampaikan terkait keberadaan Perda No 2 Tahun 2027 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Ini agar anak-anak sekolah di Kota Jogja terhindar dari penyalahgunaan tembakau.
Mantan kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan itu menilai, aksi vandalisme di Kota Jogja belum sampai mengarah terhadap tindak perusakan fasilitas umum secara fisik dan material. Namun demikian, aksi vandalisme berupa coret-coret tetap harus dicegah.
"Meskipun hanya coret coret tetap mengganggu secara visual, merusak keindahan Kota Jogja yang harus bersama kita jaga," tandas Octo. (inu/laz)