Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Aksi Corat-coret Geng Sekolah di Kota Jogja Marak Lagi, Satpol PP Kota Jogja Akui Belum Ada Operasi Khusus Vandalisme

Iwan Nurwanto • Kamis, 13 Juni 2024 | 22:32 WIB
ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA
ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA

JOGJA - Aksi vandalisme berupa corat-coret pada ruang publik di Kota Jogja tergolong masih marak. 

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Jogja pun meminta peran aktif masyarakat untuk ikut membantu mencegah pelaku vandalisme melakukan aksinya.

Kepala Satpol PP Kota Jogja Octo Noor Arafat mengatakan, aksi vandalisme di Kota Jogja mayoritas didominasi oleh coretan nama-nama geng sekolah. 

Aksi tersebut biasanya menyasar fasilitas publik seperti dinding, jembatan, hingga rambu lalu lintas.

Diakui Octo, pihaknya memang belum menggalakkan operasi khusus untuk aksi vandalisme.

Walaupun demikian, sudah ada kegiatan rutin berupa patroli dan operasi cipta kondisi yang terdiri dari personel Satpol PP, tim Pengendalian Operasional (Dalops), serta Satgas Linmas Kota Jogja.

“Justru kami berharap ada partisipasi masyarakat untuk bersama menjaga Jogja dari aksi vandalisme, turut mengingatkan anak atau anggota keluarga dan saudaranya untuk sadar pentingya menjaga Jogja dari aksi vandalisme,” ujar Octo saat dikonfirmasi, Kamis (13/6/2024).

Sambung Octo, pihaknya juga menjalankan program Satpol PP Berkah (Satpol PP Bergerak Bersama Sekolah) tiap tahun ajaran baru untuk mendukung panca tertib di lingkungan sekolah. 

Kemudian juga sosialisasi pencegahan vandalisme dan pemberlakuan Perwal No.49 Tahun 2022 tentang jam malam anak dan antisipasi kejahatan jalanan. 

Termasuk, menyampaikan terkait keberadaan Perda No 2 Tahun 2027 tentang Kawasan Tanpa Rokok. 

Supaya para anak-anak sekolah di Kota Jogja terhindar dari penyalahgunaan tembakau.

Mantan Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan itu menilai, aksi vandalisme di Kota Jogja memang belum sampai mengarah terhadap tindak perusakan fasilitas umum secara fisik dan material. 

Namun demikian, aksi vandalisme berupa corat-coret tetap harus dicegah.

“Meskipun hanya corat coret tetap mengganggu secara visual, merusak keindahan Kota Jogja yang harus bersama kita jaga,” tandas Octo.

Sebelumnya, Babinkamtibmas Kelurahan Gunung Ketur, Pakualaman Bripka Didik Hestiyanta meminta agar masyarakat berani melapor ke pihak berwajib jika melihat hal-hal yang mencurigakan.

Termasuk jika mengetahui kegiatan vandalisme.

“Sebab vandalisme dapat merusak keindahan dan juga kenyamanan lingkungan, sehingga alangkah baiknya kita bersama-sama dapat menjaga,” katanya. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#vandalisme #Kota Jogja #geng sekolah #corat coret