Perbaikan di Jalan Godean difokuskan pada ruas sepanjang 1,5 kilometer di barat Pasar Godean, tepatnya antara Kalurahan Sidorejo hingga Kalurahan Sidoluhur, Kapanewon Godean.
Sekretaris Daerah DIY, Beny Suharsono, menjelaskan bahwa prioritas perbaikan jalan didasarkan pada kebutuhan dan tingkat urgensinya.
Baca Juga: Cocok Dikonsumsi Saat Diet! Berikut 8 Manfaat Jeruk untuk Turunkan Berat Badan
Jalan Godean yang sempat viral di media sosial menjadi salah satu prioritas karena kondisinya yang rusak parah dan membutuhkan perbaikan menyeluruh.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) DIY, Anna Rina Herbranti, merincikan bahwa proyek perbaikan di Jalan Godean meliputi rekonstruksi jalan dan overlay sepanjang 1,5 kilometer. Ditargetkan selesai pada Oktober 2024.
Proses pembangunan dibagi menjadi beberapa tahap, dimulai dengan penebangan pohon perindang dan saat ini memasuki tahap pemasangan saluran drainase sepanjang 1.476 meter dan Box Culvert sepanjang 23 meter di sisi utara jalan.
Baca Juga: Cocok Dikonsumsi Saat Diet! Berikut 8 Manfaat Jeruk untuk Turunkan Berat Badan
Perbaikan jalan ini tidak hanya dilakukan di Jalan Godean, namun juga di 6 ruas jalan lain di Sleman, Bantul, dan Gunungkidul.
Total panjang jalan yang ditargetkan untuk direhabilitasi pada tahun ini adalah 9,55 kilometer.
Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Bidang Bina Marga DPUP-ESDM DIY, Wira Sasongko Putro, menjelaskan bahwa perbaikan Jalan Godean tidak hanya sepanjang 1,5 kilometer, namun mencapai 7,5 kilometer.
Baca Juga: Nahas, Lansia di Gamping Sleman Meninggal Tercebur Sumur, Begini Proses Evakuasinya!
Namun untuk tahap awal, perbaikan difokuskan pada 1,5 kilometer pertama dari Jembatan Sumber Rejo 2 hingga SPBU Sidorejo.
Sisa 6 kilometer yang belum diperbaiki diusulkan untuk ditangani pada tahun 2025. Anggaran dan sumber dana masih dalam pembahasan dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) DIY.
Perbaikan jalan ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antar wilayah dan melancarkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Editor : Bahana.