Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mahasiswa Kader PMII DIY Korban Dugaan Pemukulan oleh Oknum Polisi dan Satpam Saat Unjuk Rasa di DPRD DIY Membuat Laporan ke POLDA DIY

Agung Dwi Prakoso • Kamis, 13 Juni 2024 | 21:58 WIB

Korban pemukulan melapor ke Polda DIY Selasa malam (11/6/2024).   (PMII DIY Untuk Radar Jogja)
Korban pemukulan melapor ke Polda DIY Selasa malam (11/6/2024). (PMII DIY Untuk Radar Jogja)
JOGJA - Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) DIY dan korban dugaan pemukulan oleh oknum satpam dan polisi saat aksi demonstrasi di Kantor DPRD DIY telah melaporkan kasus tersebut ke Polda DIY, Selasa (11/6/2024) malam. 

Dalam laporan tersebut, pihaknya meminta pertanggungjawaban hukum atas kejadian yang menimpa salah seorang mahasiswa tersebut. 

Laporan tersebut merupakan tindak lanjut dari dugaan tindakan represif yang dilakukan oleh oknum aparat dan satpam Kantor DPRD DIY. 

Diketahui, salah seorang kader PMII DIY mendapatkan luka sobek di kepala saat aksi demonstrasi menolak UU Tapera yang dilakukan di Kantor DPRD DIY beberapa hari yang lalu. 

"Poin laporannya adalah meminta pertanggungjawaban hukum terhadap oknum yang melakukan pemukulan tersebut," ujar Ketua PMII DIY, Ilyasa Alvin Abadi saat dikonfirmasi, Kamis (13/6/2024).

Poin dalam laporan tersebut di antaranya adalah tuntutan untuk pemenuhan hak-hak korban baik pertanggungjawaban hukum atau pemulihan secara psikologis. 

Dalam agenda pelaporan tersebut juga dilakukan penyerahan barang bukti milik korban nerupa celana sobek dan baju bekas yang masih terdapat bercak darah. 

"Kami sudah mendapatkan surat penerimaan laporan harusnya sudah dalam proses lanjut," ujarnya.

Sementara itu, Kapolresta Jogja Kombes Pol Aditya Surya Dharma mengatakan informasi terakhir yang diterimanya memang korban melapor langsung ke Polda DIY. 

Bukan melalui Polresta Jogja.

Pihaknya masih menunggu keberlanjutan proses laporan tersebut.

Baca Juga: Nahas, Lansia di Gamping Sleman Meninggal Tercebur Sumur, Begini Proses Evakuasinya!

"Tetap proses hukumnya, ketika lapor di Polda, Polda yang menangani," ujarnya.

Selain itu, pihak satpam Kantor DPRD DIY juga telah dimintai keterangan oleh Polresta Jogja.

Hal itu langsung dilakukan pada malam setelah aksi demo berlangsung. Ia menyebut terdapat 4-5 orang yang telah diperiksa. 

"Sementara security dulu karena waktu itu kami berharap dari korban ada yang melapor ke Polresta tapi ditunggu tidak datang," tuturnya. 

Ia juga menyebut bahwa CCTV Kantor DPRD DIY yang lokasinya paling dekat dengan TKP kondisinya mati. 

Namun pihaknya tetap melakukan identifikasi melalui video-video baik dari humas ataupun video yang telah beredar. 

"Video humas kami maupun Humas DPRD karena pada waktu itu ada yang video tuh. Kami ambil dari sana," ujarnya. (oso) 

 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#security #satpam #demonstrasi #dprd diy #tapera #unjuk rasa