RADAR JOGJA - Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY menggelar Festival Jogja Tempo Doeloe (FJTD) yang merupakan agenda rutin tahunan. Tema yang diusung tahun 2024 ini yaitu "Sumringah Menyang Sekolah" yang salah satu tujuannya mengenalkan beberapa situs cagar budaya yang digunakan sebagai gedung sekolah di Jogja.
FJTD berlangsung tiga hari, 10-12 Juni 2024 di Lapangan Widoro Kandang SMAN 3 Jogja. Banyak digelar lomba maupun agenda untuk memberikan edukasi kepada para peserta terkait warisan-warisan budaya di Kota Pelajar ini.
Kepala Seksi Pemeliharaan Warisan Budaya Benda Disbud DIY Marendra Mikaton mengatakan, FJTD telah dimulai tahun 2023 setelah pandemi Covid-19. Pada tahun ini untuk mengenalkan perihal bangunan-bangunan cagar budaya yang difungsikan untuk sekolah.
"Contohnya SMAN 3 Jogja, SMA Bopkri 1 Jogja, SMAN 6 Jogja, SMKN 2 dan 3 Jogja dan SMAN 11 Jogja," ujarnya saat dikonfirmasi Selasa (11/6).
Pengenalan dilakukan dengan semacam safari peserta ke beberapa sekolah yang masuk ke cagar budaya. Safari menggunakan kendaraan bus Jogja Heritage Ride untuk mengitari bangunan, disertai penyampaian sejarah bangunannya. "Jogja heritage bersepada juga kita adakan, mengitari bangunan-bangunan tersebut dengan bersepeda," tuturnya.
Selain itu, pengenalan juga dilakukan dengan menghadirkan booth jajanan tempo doeloe. Berbagai macam permainan tradisional diadakan seperti dakon, egrang, hingga balap bakiak atau theklek. "Peserta untuk umum, tapi juga ada lomba seperti fashion show bertema busana tempo dulu," ungkapnya.
Sementara itu, Plh Asisten Setda DIY Bidang Pemberdayaan Sumber Daya Masyarakat Aris Eko Nugroho menambahkan, upaya pelestarian warisan budaya dan cagar budaya bertujuan menjaga dan mempertahankan informasi sejarah serta eksistensinya. Untuk itu, penting melibatkan publik dalam melestarikan warisan dan cagar budaya yang inklusif dan berkelanjutan.
"Generasi muda harus kita dorong untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap warisan dan cagar budaya. Harapannya dengan rasa memiliki itu, generasi muda akan lebih peduli untuk turut berkontribusi menjaga dan melestarikan warisan dan cagar budaya," ujarnya.
Ia berharap even ini menjadi sarana sosialisasi pentingnya menjaga dan melestarikan warisan dan cagar budaya. Selain itu juga menjadi upaya edukasi untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan mengenai warisan dan cagar budaya di DIY, khususnya bagi para pelajar. (oso/laz)