JOGJA - Pelaksanaan salat Idul Adha 1445 Hijriah di wilayah Kota Jogja kemungkinan besar akan dilaksanakan secara serentak pada Senin (17/6) mendatang. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Jogja pun diketahui sudah menyiapkan tim pengukur arah kiblat.
Kepala Seksi Bimas Islam Kantor Kemenag Kota Jogja Saeful Anwar mengatakan, tim pengukur arah kiblat itu nantinya bisa dimintai pertolongan oleh masyarakat yang membutuhkan penentuan arah kiblat. Khususnya bagi masyarakat yang akan menggelar salat Idul Adha di lokasi seperti lapangan atau tanah lapang lainnya.
Saeful menyebut, kalau tim pengukur arah kiblat itu juga bisa dihubungi melalui kontak Kankemenag Kota Jogja di nomor 081225447169. Apabila nantinya masyarakat membutuhkan pertolongan, petugas akan datang dengan peralatan khusus untuk menentukan arah kiblat pada suatu tempat.
“Layanan dari tim pengukur arah kiblat itu bisa dimanfaatkan oleh masyarakat atau panitia salat Idul Adha untuk menentukan arah kiblat pada lapangan atau halaman yang belum diukur arah kiblatnya,” ujar Saeful saat ditemui, Kamis (11/6).
Dia mengungkapkan, bahwa hingga Selasa (11/6) siang setidaknya sudah ada 135 lokasi di Kota Jogja yang akan digunakan sebagai lokasi salat Idul Adha. Jumlah tersebut kemungkinan besar akan terus bertambah, karena Kemenag Kota Jogja masih melakukan pendataan hingga Kamis (13/6).
Selain menyediakan layanan pengukur arah kiblat, Saeful menambahkan, pihaknya juga siap menerjunkan penyuluh Kemenag Kota Jogja untuk bertugas sebagai imam dan khatib. Layanan tersebut dapat dimanfaatkan oleh panitia hari besar yang belum memiliki imam dan khatib untuk salat Idul Adha.
Sementara bagi panitia hari raya Idul Adha yang sudah memiliki khatib, dia menghimbau, agar materi yang disampaikan nantinya bisa bertema tentang persatuan dan mengajak masyarakat bertaqwa kepada Allah SWT. Dia berharap materi khotbah tidak memuat materi SARA maupun berbau politik.
Baca Juga: 5 Tips Menghilangkan Bau Pipis Kucing yang Menyengat di Rumah
Saeful melanjutkan, bahwa Kemenag Kota Jogja juga telah bekerjasama dengan stakeholder terkait untuk penyuluhan tata cara penyembelihan hewan kurban. Upaya tersebut penting agar daging kurban yang dikonsumsi oleh masyarakat nantinya memenuhi kriteria.
“Yakni halal dan sesuai dengan syariat Islam,” katanya.
Terkait dengan persiapan Hari Raya Idul Adha di lingkungan Pemkot Jogja, Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Masjid Pangeran Diponegoro Balai Kota Jogja Muchtasor menyampaikan, pelaksanaan salat Idul Adha akan diselenggarakan di halaman balai kota. Di lokasi tersebut dapat menampung sebanyak 2.500 jamaah.
Sementara untuk kegiatan penyembelihan, dia menyatakan, kalau pihaknya akan menerima satu ekor sapi dari Gubernur DIY dan empat ekor sapi dari sohibul di sekitar wilayah masjid. Lalu untuk kurban kambing biasanya akan diterima menjelang penyembelihan.
“Untuk kurban yang ada di balai kota semuanya akan disembelih di RPH Giwangan pada hari H, kemudian pembagian daging kurban akan diberikan kepada masyarakat sekitar masjid sebanyak empat RW,” terang Muchtasor. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin