Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

BI DIY Prediksi Inflasi DIY Tetap Terjaga pada Targetnya, Berikut Penjelasannya!

Gregorius Bramantyo • Senin, 10 Juni 2024 | 19:13 WIB
Ilustrasi Inflasi.
Ilustrasi Inflasi.

JOGJA – Bank Indonesia (BI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memprediksi inflasi di DIY masih akan terjaga pada kisaran targetnya.

Sebelumnya, DIY mengalami deflasi sebesar 0,08 persen pada Mei 2024 secara bulanan atau month-to-month (mtm).

Sementara secara tahunan atau year-on-year (yoy) terjadi inflasi 2,28 persen.

Sedangkan secara tahun kalender atau year-to-date (ytd) terjadi inflasi sebesar 0,81 persen.

Kepala Perwakilan BI DIY Ibrahim mengatakan, perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) gabungan antara Kota Jogja dan Kabupaten Gunungkidul masih relatif stabil sampai dengan Mei 2024.

Secara bulanan, deflasi Mei 2024 disumbang oleh kelompok transportasi dengan andil 0,15 persen.

Berdasarkan komoditasnya, andil penurunan tertinggi disumbang oleh komoditas angkutan antar kota.

“Terjadi normalisasi permintaan usai lebaran 2024,” katanya, Minggu (9/6/2024).

Deflasi juga disumbang dari kelompokan makanan, minuman, dan tembakau. Khususnya komoditas beras dengan andil 0,15 persen.

Sejalan dengan ketersediaan stok beras yang masih memadai.

"Karena panen raya berlangsung pada Mei 2024," jelas Ibrahim.

Ia menyebut, capaian pada Mei 2024 masih lebih baik jika dibandingkan pada April 2024.

Di mana DIY mengalami inflasi sebesar 0,09 persen mtm dan sebesar 2,87 persen yoy.

Menurutnya, capaian ini tidak lepas dari sinergi dan upaya dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY.

Upaya pengendalian inflasi oleh TPID DIY, kata Ibrahim, dilakukan melalui kerangka 4K.

Yakni, menjaga keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi efektif.

"Ke depan kami memperkirakan inflasi di DIY terus terjaga pada kisaran targetnya," ujarnya.

Ibrahim menyampaikan, Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) DIY 2024 juga diperkuat melalui kegiatan pasar murah.

Dengan mengoptimalkan Kios Segoro Amarto yang menjadi referensi harga untuk menjaga daya beli dan kampanye belanja bijak.

Kerjasama Antar Daerah (KAD) juga diperkuat, baik antar provinsi maupun intra provinsi.

Selain itu, juga diluncurkan program Masyarakat lan Pedagang Tanggap Inflasi (Mrantasi).

Tujuannya adalah untuk meningkatkan literasi kepada pedagang pasar dan masyarakat.

“Itu sebagai wujud komitmen BI, pemerintah, serta seluruh stakeholder dalam mencapai inflasi 2024 sesuai dengan target sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen," kata Ibrahim.

Kepala Badan Pusat Statistik DIY Herum Fajarwati mengatakan, deflasi pada Mei 2024 merupakan deflasi kedua di DIY pada tahun 2024.

Setelah sebelumnya terjadi pada Januari 2024 sebesar 0,02 persen.

Selain disumbang oleh angkutan antar kota dan beras, deflasi di DIY pada Mei 2024 juga disumbang oleh tomat yang memberikan andil 0,07 persen.

Lalu daging ayam ras dan cabai rawit menyumbang 0,03 persen.

“Untuk tarif kereta api memberi andil 0,02 persen. Sementara tempe, buncis, bakso mentah, dan cabai hijau masing-masing memberikan andil deflasi 0,01 persen,” beber Herum. (tyo)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#penjelasan #inflasi #target #Terjaga #DIY #TPID DIY #prediksi #BI DIY