Hal ini merupakan bagian dari intervensi serentak pencegahan stunting di wilayah tersebut.
Dilansir dari jogjakota.go.id, Penjabat Ketua TP PKK Kota Yogyakarta, Sugiharti Mulya Handayani, memberikan apresiasi kerja kader PKK dalam melakukan upaya penanganan stunting.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk terus melakukan upaya pencegahan dengan membawa balita ke posyandu dan memberikan asupan makanan bergizi seimbang dan MPASI yang tepat.
Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi stunting di Kota Yogyakarta masih 16,08 persen.
Angka ini menunjukkan fluktuasi dan perlu diturunkan. Oleh karena itu, keluarga dengan balita, calon pengantin, dan ibu hamil diimbau untuk datang ke posyandu untuk mengetahui data stunting yang riil.
Baca Juga: Kuliner Pontianak di Jogja: Rekomendasi Makanan Lezat yang Harus Kamu Coba!
Intervensi serentak pencegahan stunting di Kota Yogyakarta dilakukan berdasarkan surat edaran Kemendagri dan wali kota.
Upaya ini bertujuan untuk mengurangi angka stunting di Yogyakarta.
Menurut Aan Iswanti selaku Kepala Bidang Kesehatan Msyarakat Yogyakarta, pemberian MPASI yang tepat waktu, adekuat, aman, dan benar merupakan salah satu intervensi spesifik prioritas dalam percepatan penurunan stunting.
Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Filipina, Jordi Amat Absen, Kans Calvin Verdonk Debut
Baca Juga: Terlibat Cekcok, Polwan Nekat Bakar Suaminya Gegara Gaji Ke-13 Terkuras untuk Judi Online Suaminya
MPASI harus diberikan dengan cara higienis, terjadwal, dan sesuai dengan respon lapar dan kenyang anak.
Minimal, balita harus mengonsumsi lima jenis makanan, yaitu ASI, kacang-kacangan, susu, daging, dan sayuran.
Editor : Bahana.