JOGJA - Destinasi wisata unggulan DIY yaitu Keraton Ngayogyakarta akan menerapkan paket wisata deep experience bagi para wisatawan.
Tujuan dari pengadaan paket tersebut adalah untuk memberikan edukasi lebih mendalam perihal sejarah ataupun nilai-nilai dan filosofi setiap wahana di Keraton Ngayogyakarta.
Untuk mendukung supaya objek wisata Keraton Ngayogyakarta bisa promosi ke banyak wisatawan domestik maupun manca negara pihak Keraton Ngayogyakarta yang diwakili oleh GKR Bendara telah bekerjasama dengan pihak penyedia layanan berbasis daring seperti Traveloka.
Tujuan kerjasama tersebut adalah untuk mempromosikan objek wisata Keraton Ngayogyakarta secara lebih luas.
"Kita sedang mencoba hal lebih yaitu deep experience. Artinya kunjungan wisatawan tidak hanya foto dan video tetapi nanti kita sediakan paket kunjungan empat jam hingga delapan jam," ujar GKR Bendara saat ditemui di Kompleks Keraton Ngayogyakarta, Kamis (6/6/2024).
Pengadaan paket deep experience tersebut juga berlaku kunjungan ke destinasi wisata atau kampung wisata lainnya.
Deep experience tersebut contohnya adalah para wsiatawan bisa menjadi perawat atau pemelihara terkait Botany Culture.
"Mereka bisa ikut merawat berbagai jenis tanaman Keraton secara lebih dalam dan langsung praktik," tuturnya.
Selain itu, deep experience yang akan ditawarkan juga perihal sengkalan, tentang arsitektur dan lain sebagainya.
Uniknya, para wisatawan juga bisa ikut merasakan bagaimana menjadi Abdi Dalem Keraton Ngayogyakarta dengan berbagai macam tugasnya.
"Beberapa wisatawan ada yang ingin merasakan jadi Abdi Dalem, nah itu nanti akan kita fasilitasi," jelasnya.
Maka dari itu, GKR Bendara menilai diperlukan adanya kerjasama untuk mewujudkan itu semua.
Langkah awal yang dilakukan adalah bekerjasama dengan penyedia layanan wisata seperti Traveloka.
Hal tersebut dikarenakan jangkauan Traveloka bisa menembus pasar Asia Tenggara dan Australia.
"Ini kolaborasi yang bagus terlebih marketing yang low budget," kelakarnya.
Selain itu, di era yang serba digital ini pihaknya menilai sudah sepatutnya pengelolaan objek wisata di Yogyakarta digarap dengan lebih modern.
Melalui penyediaan tiket online dinilai sangat efektif mengingat banyak wisatawan yang mencari informasi pariwisata melalui internet.
"Harapannya segala macam kemudahan tersebut menambah minat mereka berkunjung ke Keraton Ngayogyakarta," ujarnya.
Dirinya tidak menampik bahwa modernisasi pelayanan di Keraton Ngayogyakarta akan mengalami kendala dikarenakan banyak pengurus atau abdi dalem yang berusia lansia.
Namun, pihaknya tetap optimistis bahwa pelayanan digital dapat diterapkan bertahap.
"Bisa juga nanti kita tempatkan abdi dalem yang muda untuk mengurus jalur tiket digital sembari melatih abdi dalem yang sepuh," ujarnya.
Sementara itu, CEO of Transport Traveloka, Iko Putera menilai Yogyakarta merupakan destinasi wisata andalan.
Kolaborasi tersebut berpotensi memunculkan dampak positif wisata yang besar.
"Kita percaya digitalisasi hal dan inovasi dapat dilakukan dengan cepat," ujarnya.
Pasar wisata berbasis pengalaman khusus dan mendalam dinilai mulai banyak di gemari oleh wisatawan.
Hal tersebut karena wisata dengan basis tersebut dapat menciptakan pengalaman yang dalat dirasakan oleh setiap wisatawan sehingga lebih membekas.
“Wisata deep experience ini sangat penting dan menginspirasi wisatawan untuk berwisata secara 'gue banget',” tambahnya. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin