JOGJA - Penjabat (Pj) Walikota Jogja Sugeng Purwanto angkat bicara soal banyaknya tumpukan sampah di wilayah Kota Jogja. Mantan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY itu meminta agar masyarakat bisa mengurangi produksi sampah semaksimal mungkin.
Sebagaimana diketahui, tumpukan sampah memang sempat terjadi pada beberapa titik di Kota Jogja. Seperti contohnya di Jalan Gejayan, Gondokusuman lalu juga di sekitar Stadion Mandala Krida.
Sugeng mengatakan, dalam upaya menanggulangi penumpukan sampah di Kota Jogja memang perlu kesadaran dari masyarakat. Yakni dalam hal mengurangi produksi yang dihasilkan oleh masyarakat itu sendiri.
Menurut Sugeng, masyarakat harus bisa sesedikit mungkin memproduksi sampah. Upayanya dilakukan dengan memilah sampah dari rumah. Serta memaksimalkan bank-bank sampah di Kota Jogja yang jumlahnya disebut mencapai 678 titik.
“Sebisa mungkin sampah itu tidak perlu sampai ke tempat pembuangan di manapun, jadi sampah itu terkelola dan terkondisi dengan baik,” ujar Sugeng, Kamis (6/6).
Dia melanjutkan, saat ini pemerintah juga terus berupaya agar tumpukan sampah yang ada di Kota Jogja dapat dicegah dan tertangani dengan baik. Namun diakuinya, hal tersebut bukan hal yang mudah karena pemkot mengalami keterbatasan personil.
Oleh karena itu, Sugeng berharap, masyarakat bisa memanfaatkan sampah menjadi barang yang lebih berguna. Sehingga kemudian sampah tidak menggunung di jalan-jalan perkotaan.
“Artinya pemkot konsen tentang itu (penanganan sampah), tapi manakala 100 persen clear ya belum,” katanya.
Disinggung tentang adanya kembali penegakan sanksi bagi pembuang sampah sembarangan, Sugeng mengaku, hal tersebut akan dibahas pihaknya secara internal. Menurut dia, Pemkot Jogja juga tidak akan tergesa-gesa dalam menerbitkan kebijakan.
Meskipun sudah ada Peraturan Daerah Kota Jogja Nomor 10 tahun 2012 tentang pengelolaan sampah, Sugeng menyebut, kebijakan itu akan dilakukan secara bertahap. Lantaran dalam hal penanganan sampah tidak selalu bisa dilakukan secara teknis.
“Karena sampah sendiri itu bukan masalah teknis tapi lebih kepada masalah sosial,” bebernya.
Sebagaimana diketahui, upaya penanganan sampah di Kota Jogja juga dilakukan dengan mengoperasikan tiga TPS3R. Yakni TPS3R Nitikan, TPS3R Karangmiri, dan TPS3R Kranon. Meski disisi lain, operasional ketiga TPS3R itu juga menimbulkan polemik di masyarakat.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Kota Jogja Ahmad Haryoko menyampaikan, pemilihan ketiga lokasi itu sudah melalui proses panjang. Lantaran sebelumnya Pemkot Jogja juga sudah berupaya memilih lokasi di Piyungan, Bantul namun gagal.
“Pembangunan TPS3R merupakan salah satu upaya dari kami untuk menanggulangi permasalahan sampah di Kota Jogja,” katanya belum lama ini. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin