Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kolaborasi Apik, YRO Keraton Jogja dan Angkatan Bersenjata Inggris Mainkan Lagu Suwe Ora Jamu dan Gati Taruna di Kepatihan

Agung Dwi Prakoso • Rabu, 5 Juni 2024 | 04:56 WIB

 

APIK: Abdi dalem musikan yang tergabung dalam Yogyakarta Royal Orchestra (YRO) menampilkan pertunjukan musik di Bangsal Kepatihan, Jogja, kemarin (4/6).
APIK: Abdi dalem musikan yang tergabung dalam Yogyakarta Royal Orchestra (YRO) menampilkan pertunjukan musik di Bangsal Kepatihan, Jogja, kemarin (4/6).

RADAR JOGJA - Yogyakarta Royal Orchestra (YRO) sukses kolaborasi musik dengan British Army Band Colchester di Bangsal Kepatihan, kemarin (4/6). Acara digelar untuk memperingati 75 tahun hubungan diplomatik Inggris-Indonesia serta menjalin hubungan harmonis kedua grup musik ini.

Pagelaran musik ini dihadiri langsung Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey dan Gubernur DIJ Hamengku Buwono X. Acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan masing-masing negara yang diiringi grup orkes dari kedua negara ini.

Dalam kesempatan ini, YRO memainkan dua repertoar utama yakni Gendhing Surceli serta medley Suara Suling dan Menthok-Menthok. Tak hanya itu, grup orkestra milik Keraton Jogja ini juga berkolaborasi dengan  British Band Army Colchester melalui lagu Suwe Ora Jamu dan Gati Taruna. Sexophone berkolaborasi dengan instrumen gamelan pun menciptakan simfoni yang indah.

Dalam sambutannya, Dubes Dominic Jermey merasa senang bisa kembali ke Jogjakarta. Pasalnya, sebelum menjabat dubes, ia sempat belajar bahasa Indonesia selama sebulan di Jogja. "Kali ini saya tidak sendiri, tapi didampingi band dari Angkatan Bersenjata Inggris yaitu The British Army Band Colchester," ujarnya.

Menurutnya, Jogjakarta mempunyai keunikan dan kesamaan latar belakang budaya dan pemerintahan. Atas dasar itu, 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia-Inggris patut untuk dirayakan.

"Hubungan kerajaan kita telah dirayakan berkali-kali di masa lalu, termasuk saat kunjungan Yang Mulia Ratu Elizabeth II pada 1974 dan Yang Mulia Pangeran Wales -kini Raja Charles III- pada 1989 dan 2008," jelasnya.

Jermey mengatakan, peringatan 75 tahun hubungan diplomatik tahun ini fokus pada empat pilar utama yaitu people, planet, prosperity, and peace. Struktur masyarakat menjadi fokus besar kolaborasi Inggris dan Jogjakarta melalui program kerja sama akademisi dan seniman untuk proyek penelitian dan seni.

Sementara itu, Gubernur HB X mengatakan, momentum ini juga menjadi milestone penting yang merefleksikan kerja sama dan kepercayaan yang telah terbangun sejak 1949. Kerja sama itu telah membuahkan pemahaman dan apresiasi lintas budaya. "Kerja sama berupa digitalisasi manuskrip bersejarah dari Keraton Jogjakarta sebagai pencerahan masa depan generasi," ujarnya.

Orkestra yang ditampilkan merupakan manifestasi dari harmoni budaya kedua negara. HB X mengibaratkan setiap diskusi, pertukaran budaya dan dialog antarkedua pihak seperti not musik yang berpadu. "Paduan keduanya menghasilkan simfoni yang merdu, sebagai lambang dari persahabatan, yang tak tergoyahkan antara Inggris dan Indonesia," tandasnya. (oso/laz)

Editor : Satria Pradika
#hubungan diplomatik #Yogyakarta Royal Orchestra #Hamengku Buwono X #british #army #keraton jogja #inggris