Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Viral, Bau Menyengat di TPS3R Kranon, Warga: Sering Timbul Ketika DLH Kota Jogja Terlambat Angkut Sampah Organik

Iwan Nurwanto • Rabu, 5 Juni 2024 | 00:03 WIB
Suasana pengolahan sampah di TPS3R Kranon, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Jogja pada Selasa (4/6/2024). (IWAN NURWANTO/Radar Jogja)
Suasana pengolahan sampah di TPS3R Kranon, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Jogja pada Selasa (4/6/2024). (IWAN NURWANTO/Radar Jogja)

JOGJA - Pengelolaan sampah di TPS3R Kranon, Sorosutan, Ubulharjo, Kota Jogja sempat dikeluhkan warga menimbulkan bau menyengat. Kondisi tersebut diakui warga memang terjadi ketika ada keterlambatan pengambilan sampah.

Sebagaimana diketahui, sempat heboh di sosial media tentang adanya keluhan bau sampah oleh warga di TPS3R Kranon pada Senin (3/6/2024) malam. Pantauan Radar Jogja di lokasi TPS3R Kranon, para pekerja memang nampak melakukan aktivitas pengelolaan sampah.

Beberapa di antaranya memilah sampah organik dan anorganik menggunakan mesin yang ada di tempat tersebut. Untuk sampah anorganik seperti plastik dicacah. Kemudian sampah organik dikumpulkan dalam tempat khusus lalu diangkut menggunakan truk. 

Walaupun aktivitas pengolahan sampah di lokasi tersebut cukup masif, kenyataannya bau yang ditimbulkan tidak terlalu menyengat. Bau dari sampah hanya tercium di lokasi pengolahan sampah saja.

Ketua RT 45 Kranon Sugiyono mengatakan, bau menyengat di TPST memang sering timbul apabila sampah organik tidak segera diambil oleh truk pengangkut sampah milik Pemkot Jogja. Namun hal tersebut tidak terjadi cukup sering.

Menurut dia, semenjak beroperasi sejak bulan April lalu, pemkot hanya terlambat melakukan pengambilan sampah organik di TPS3R Kranon sebanyak dua kali. Sehingga menurutnya, bau menyengat yang timbul pun hanya terkadang.

“Misalnya ketika sampah organik harusnya diambil sore namun diangkutnya pagi, itu menimbulkan bau, tapi baru dua kali terjadi sejak beroperasi,” ujar Sugiyono saat ditemui, Selasa (4/6/2024).

Baca Juga: Kades di Magelang Ini Tilap Uang Proyek Pengaspalan Jalan, Segini Besarannya!

Sugiyono melanjutkan, terkait dengan operasional TPST Kranon sendiri untuk saat ini sudah mampu mengolah sebanyak 22 sampai 25 ton sampah per hari. Jumlah itu baru separo dari target yang ditentukan oleh pemerintah yang besarannya mencapai 40 ton.

Kemudian dalam hal pengelolaan, menurut dia, TPS3R Kranon mampu untuk melakukan pengolahan sampah berupa pemilahan sampah organik dan anorganik. Untuk sampah anorganik diolah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF). Sementara untuk sampah organik diangkut oleh armada truk milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja.

“Jadi untuk yang menimbulkan bau itu sampah organik, sehingga kami harapkan kesepakatan itu bisa dijalankan (mengangkut sampah organik sesuai jadwal),” imbuh Sugiyono.

Sementara itu, salah seorang warga bernama Gesang Aji berharap, agar pemerintah bisa terus berupaya untuk meminimalisasi bau yang ditimbulkan dari aktivitas TPST.

Hal tersebut, menurutnya, dapat dilakukan dengan sesegera mungkin mengambil sampah organik.

Disamping itu, Gesang pun ingin, agar DLH Kota Jogja juga terus berusaha untuk mencegah adanya pencemaran.

Terkhusus pencemaran air sumur yang dikhawatirkan dapat berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat sekitar.

“Kami ingin agar pihak dinas lebih paham dalam meminimalisir pencemaran,” katanya.

Dikonfirmasi terkait permasalahan di TPST Kranon, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jogja Aman Yuriadijaya menyatakan, bahwa operasional pengolahan sampah sampai saat ini masih berproses.

Dia pun menegaskan, kalau pemerintah terus berupaya agar permasalahan terkait sampah bisa segera tertangani.

“Sampai saat ini masih berproses,” terangnya singkat. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Kota Jogja #pengelolaa sampah #bau sampah #Sampah