Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Warga Jagalan Bantul Tolak TPS3R Karangmiri Milik Pemkot Jogja, Kehadirannya Tidak Ada Sosialisasi Lebih Dahulu

Elang Kharisma Dewangga • Selasa, 4 Juni 2024 | 04:30 WIB

 

Spanduk protes warga Jagalan dengan pembangunan TPS3R Karangmiri terpasang di Jembatan Mrican, Jagalan, Banguntapan, Bantul, (3/6).
Spanduk protes warga Jagalan dengan pembangunan TPS3R Karangmiri terpasang di Jembatan Mrican, Jagalan, Banguntapan, Bantul, (3/6).

 

RADAR JOGJA - Keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) Karangmiri milik Pemkot Jogja menuai polemik di kalangan masyarakat Jagalan, Banguntapan, Bantul. Warga menilai kehadirannya tidak ada sosialisasi terlebih dahulu. Meski dimiliki Pemkot Jogja, keberadaan TPS3R itu masuk wilayah Bantul.


Warga yang menjadi sangat terdampak adalah Padukuhan Sayangan. Sejumlah spanduk protes pun dipasang tepat di Jembatan Mrican Giwangan dengan menghadap ke selatan. Satu di antara spanduk itu bertuliskan "Warga Jagalan Menolak TPS3R Karangmiri."

Spanduk protes warga Jagalan dengan pembangunan TPS3R Karangmiri terpasang di Jembatan Mrican, Jagalan, Banguntapan, Bantul, (3/6).
Spanduk protes warga Jagalan dengan pembangunan TPS3R Karangmiri terpasang di Jembatan Mrican, Jagalan, Banguntapan, Bantul, (3/6).


Ada tiga spanduk yang terpasang di lokasi itu. Seorang warga Sayangan yang tidak mau disebut namanya mengakui spanduk itu adalah hasil musyawarah warga Jagalan. Pada dasarnya warga menyayangkan tidak adanya sosialisasi dari Pemkot Jogja mengenai keberadaan TPS3R ini.


"Kalau di tempat yang tepat, tidak menolak. Di Karangmiri tidak tepat, karena sudah di dalam lingkungan pemukiman," bebernya Senin (3/6). Dari sumber itu juga menuturkan, izin TPS3R Karangmiri itu belum diurus ke Pemkab Bantul.
Sebelumnya ketika dijadikan SD Karangmiri, tidak ada reaksi. Lantas ketika dijadikan TPS3R baru ada reaksi dari warga. Apalagi prosesnya belum ditempuh, utamanya terkait sosialisasi ke warga Jagalan.

GRAFIS
GRAFIS


Pembangunannya dilakukan oleh Pemkot Jogja tetapi berada di Kalurahan Jagalan. Kehadirannya dikhawatirkan menimbulkan dampak bau ke warga sekitar. Dari adanya adanya protes itu, Pemkab Bantul langsung melakukan koordinasi dengan Pemkal Jagalan.


Hal itu dibenarkan Panewu Banguntapan I Nyoman Gunarsa. Menurutnya, hari Senin kemarin sejumlah stakeholder terkait dari Jagalan dihadirkan di Pemkab Bantul. Dari pertemuan itu disepakati pemkab akan memfasilitasi usulan masyarakat Kalurahan Jagalan agar dilakukan sosialisasi oleh Pemkot Jogja.


Selain itu, akan memohon penundaan operasional mesin TPS3R untuk sementara. "Operasional sekarang sifatnya baru uji fungsi alat," ungkapnya. Dia menegaskan, secepatnya berkomunikasi dengan Pemkot Jogja agar segera melakukan sosialisasi ke warga Jagalan.


Nyoman mengungkapkan, belum dapat memutuskan jika warganya menolak. Namun yang pasti warga Jagalan menyayangkan belum adanya sosialisasi pembangunan TPS3R Karangmiri. Warga berharap sosialisasi dapat dilakukan sebelum seluruh alat beroperasi.


Pertemuan hari itu adalah menindaklanjuti aspirasi warga Jagalan yang diutarakan di tingkat kalurahan. Nyoman meminta masyarakat bersabar menunggu untuk Pemkab Bantul berdiskusi dengan Pemkot Jogja. "Disayangkan warga Jagalan, sosialisasi tidak ada hingga pembangunan TPS3R Karangmiri selesai," tandasnya.

Sugeng Telah Bertemu dengan Lurah Sitimulyo

Progres TPS3R di TPST Piyungan yang akan digunakan Pemkot Jogja yang sempat terhenti, kini menunjukkan tahapan pengoperasionalan kembali. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY menyebut Penjabat Wali Kota Jogja Sugeng Purwanto telah melakukan komunikasi dengan lurah Sitimulyo untuk kelanjutan pembangunan TPS3R di TPST Piyungan, Sabtu (1/6).


Sebelumnya diketahui pembangunan TPS3R di TPST Piyungan sempat mengalami penolakan dari warga. Permasalahan itu menyebabkan tahapan pengoperasionalan TPS3R sempat terhenti beberapa waktu.


Kepala DLHK DIY Kusno Wibowo mengatakan pembangunan TPS3R di TPST Piyungan di lahan Sultan Ground seluas 2.500 meter peersegi itu mengalami progres kemajuan. Pada Sabtu (1/6) Pemkot Jogja yang diwakili Pj Wali Kota Sugeng Purwanto telah membuka komunikasi dengan Kalurahan Sitimulyo.
"Pak Lurah dengan Pak Pj informasinya sudah ada titik temu yang bisa dikerjasamakan," ujar Kusno saat dikonfirmasi Senin (3/6).


Selanjutnya DLHK akan menindaklanjuti bersama-sama dengan peninjauan lapangan. Dari informasi yang didapatkan, Pemkot Jogja menegaskan sesegera mungkin TPS3R di TPST Piyungan dioperasikan. "Karena memang Kota butuh banget untuk penanganan sampah," tuturnya.


Komunikasi dengan warga yang beberapa waktu lalu menolak adanya pembangunan itu, pihaknya memastikan saat ini sudah kondusif dan terkondisikan. Dari pertemuan antara Pj wali kota dengan lurah Sitimulyo disimpulkan proses tahapan pengoperasionalan akan diteruskan kembali.
"Pihak provinsi tidak kemudian lepas tangan begitu desentralisasi sampah sudah diputuskan. Namun kita akan ada upaya pembinaan dan koordinasi," tandasnya.


Sejalan dengan itu, Penjabat Wali Kota Jogja Sugeng Purwanto tidak menampik perihal agenda pertemuanya dengan lurah Sitimulyo pada Sabtu lalu. Ia mengatakan, pembangunan TPS3R itu seharusnya sejak lama sudah dilakukan. Namun syarat pembangunan dilanjutkan adalah dengan melakukan pendekatan ke pihak kalurahan dan masyarakat setempat. "Internal kalurahan dan masyarakat kan perlu dimong kabeh. Tapi insya Allah minggu ini bisa berjalan sesuai rencana,"ujarnya. (rul/oso/laz)

Editor : Satria Pradika
#Spanduk #Warga Jagalan #DLHK #Yogyakarta #Jembatan Mrican Giwangan #sultan ground #Pemkot Jogja #tempat pengolahan sampah #Sitimulyo #Sampah #DIY #TPS3R Karangmiri #TPST Piyungan