RADAR JOGJA - Kredit kepemilikan rumah (KPR) menjadi salah satu solusi untuk memiliki rumah meski dana terbatas. Hampir seluruh bank menyediakan simulasi KPR sesuai perhitungan masing-masing, termasuk Bank Mandiri.
Vice President PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Area Jogjakarta Evi Martiani mengatakan, proses pengajuan KPR cukup mudah. “Hanya dengan mengisi formulir aplikasi KPR Bank Mandiri, pemohon bisa mengajukan KPR,” katanya kepada Radar Jogja kemarin (2/6).
Evi menjelaskan, dokumen yang diperlukan meliputi dokumen pribadi, dokumen pekerjaan, SK kerja, slip gaji, dokumen agunan, dan dokumen penjual agunan. Untuk pengajuan KPR reguler, minimal gaji Rp 5 juta bisa dengan skema joint income/pendapatan bagi suami istri.
Sedangkan untuk KPR fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (KPR subsidi), minimal gaji nasabah Rp 2 juta dan maksimal Rp 7 juta untuk yang belum menikah. "Serta maksimal Rp 8 juta bagi yang sudah menikah," ujarnya.
Suku bunga yang ditetapkan untuk KPR reguler dimulai dari 4,65 persen fix selama tiga tahun atau 8,88 persen fix selama 10 tahun. Untuk KPR FLPP (KPR subsidi), suku bunganya 5 persen fix selama tenor.
Sebagai contoh simulasi angsuran KPR Bank Mandiri, untuk KPR reguler dengan limit Rp 500 juta dan jangka waktu 20 tahun. Angsurannya sebesar Rp 3,2 juta fix selama 3 tahun dan selanjutnya floating.
"Sementara untuk KPR FLPP dengan limit Rp 165 juta dan jangka waktu 20 tahun, angsuran Rp 1,08 juta fix selama tenor," jelasnya.
Evi juga menyebutkan untuk down payment (DP) KPR reguler, nasabah dengan payroll di Bank Mandiri bisa mendapatkan DP 0 persen, sedangkan nasabah non-payroll dimulai 5 persen. Untuk DP KPR FLPP, dimulai dari 1 persen.
"Dengan berbagai kemudahan ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang bisa memiliki rumah impian mereka,” tambahnya. (wia/laz)