JOGJA - Puluhan sepeda motor bensin milik Pemprov DIY diubah menjadi motor listrik. Langkah signifikan dalam melahirkan ekosistem kendaraan ramah lingkungan ini dilakukan oleh SMK Muhammadiyah 3 Jogja.
Humas SMK Muh 3 Jogja Irman Tribuana Sakti mengatakan, konversi kendaraan listrik tersebut didanai oleh Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM).
"Kemudian pihak provinsi menyediakan motor-motor yang akan dikonversi, terutama plat merah itu," kata Irman Tribuana Sakti pada Kamis (30/5/2024).
Peralatan dan bahan-bahan sepenuhnya disuport oleh Kementerian ESDM. Kemudian pelaksanaan konversi dilakukan oleh SMK Muh 3 Jogja.
"Selain teknisi, pelaksanaan konversi juga melibatkan siswa pilihan milik kami," ujarnya.
Menurut dia, di wilayah Provinsi Jogjakarta hanya SMK Muhammadiyah 3 Jogja dan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang mendapatkan proyek konversi dari Kementerian ESDM.
"Secara simbolis penyerahan kembali kendaraan sepeda listrik kepada Pemprov DIY dan Kementerian ESDM dilakukan pada 11 Juni 2024," terangnya.
Rencananya penyerahan kembali kendaraan listrik kepada pihak terkait, akan dihadiri oleh PP Muhammadiyah, Dirjen Kebatke ESDM, PWM, dan Dispora DIY. Dalam kesempatan itu sekaligus berlangsung peresmian bengkel konversi milik SMK Muh 3 Jogja.
Sementara itu, salah satu teknisi SMK Muh 3 Jogja Cahya Indrasah menjelaskan, jumlah kendaraan roda dua milik Pemprov DIY yang dikonversi ke listrik berjumlah 24 unit.
"Merupakan kendaraan bekas plat merah," kata Cahya.
Dalam pengerjaannya, dibiayai menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN). Proses konversi sendiri menurut dia tidak membutuhkan waktu lama.
"Proses sampai selesai bisa ditunggu, nggak lama, satu hari jadi," jelasnya.
Namun jika sampai pada penggantian plat kendaraan dan perubahan dalam STNK dari bahan bakar bensin menjadi listrik, membutuhkan waktu tambahan.
"Perlu uji kelayakan, dan uji registrasi di Samsat," terangnya. (gun)
Editor : Iwa Ikhwanudin