Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ajur Ajer Mbanyu Mili, Disbud DIY Gelar Upaya Proses Pelestarian dan Perayaan 25 Karya Budaya WBTb DIY

Gregorius Bramantyo • Selasa, 28 Mei 2024 | 22:40 WIB
Penari menampilkan Klana Alus Dasalengka  dalam pembukaan acara perayaan Warisan Budaya Takbenda (WBTB) di Plaza Ngasem, Kota Jogja, Selasa (28/5/2024).
Penari menampilkan Klana Alus Dasalengka dalam pembukaan acara perayaan Warisan Budaya Takbenda (WBTB) di Plaza Ngasem, Kota Jogja, Selasa (28/5/2024).

JOGJA - Dinas Kebudayaan (Disbud) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Perayaan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) bertajuk Ajur Ajer Mbanyu Mili pada Selasa (28/5/2024) hingga Kamis (30/5/2024) mendatang.

Kegiatan ini digelar di Kampung Wisata Tamansari, Plaza Ngasem, Pasar Ngasem dan Ndalem Pakuningratan, dalam rangka merayakan 25 karya budaya yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai WBTb.

25 karya budaya itu berasal dari setiap wilayah kabupaten/kota yang ada di DIY.

Termasuk Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman.

Perayaan ini menjadi salah satu upaya di dalam proses pelestarian dan pengembangan karya WBTb DIY.

Kepala Disbud DIY Dian Lakshmi Pratiwi menyampaikan, kegiatan ini terbagi ke dalam delapan jenis aktivitas.

Yaitu workshop WBTb, pameran stand kuliner, pagelaran seni pertunjukan, gerakan memasak sayur brongkos secara bersama, lomba dakon dan benthik serta festival jathilan.

“Nantinya akan memperebutkan trofi Gubernur DIY,” ujarnnya, Selasa (28/5/2024).

Acara ini nantinya akan ditutup dengan jathilan mubeng kampung dan pagelaran WBTb berupa kesenian rodat sebagai doa penutup.

Dian mengatakan, Disbud DIY bersama masyarakat memiliki tugas untuk menjadikan setiap warisan budaya sebagai sumber nilai dan pembentukan karakter masyarakat Yogyakarta.

Yakni mempunyai sifat toleran, menekankan aspek kerukunan, dan aling menghormati keselarasan sosial.

“Dijiwai dengan idealisme yang kuat, komitmen yang tinggi, integritas moral serta nurani yang bersih,” katanya.

Ia berharap program yang dimaksudkan untuk menyapa Kelurahan Patehan secara khusu dan warga DIY pada umumnya ini nantinya dapat menggali partisipasi masyarakat secara luas.

Terkait pada upaya upaya pelestarian, pemeliharaan dan pengembangan WBTb di DIY yang telah ditetapkan sebagai WTb Indonesia.

“Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang edukatif bagi masyarakat untuk mengenal dan memahami arti penting nilai setiap budaya luhur yang telah diwariskan,” harapnya.

Sajian informasi dalam kegiatan ini dibuat dalam bentuk pameran, workshop, festival, lomba, pameran stand kuliner serta pagelaran pertunjukan.

Harapannya dapat memperluas daya aruh untuk mampu membangkitkan ingatan masyarakat.

“Menumbuhkan kreativitas sekaligus menggali inspirasi dalam rangka pelestarian nilai-nilai budaya DIY,” ucap Dian.

Sementara itu, salah satu kurator WBTb DIY Panji Kusuma mengatakan, pada prosesnya, tim kurator akhirnya memilih Tamansari sebagai wilayah atau lokasi kegiatan perayaan karena beberapa hal.

Menurutnya, Tamansari merepresentasikan konsep air yang lekat.

Kemudian Tamansari dengan unsur kewilayahan memiliki konsep living tradition yang kuat antar warisan budaya benda dengan warisan budaya takbenda.

Selain itu, Tamansari sebagai suatu kewilayahan terletak cukup strategis di tengah kota.

“Mendukung pertumbuhan living tradition di area sumbu filosofi dengan aneka ragam warian budaya takbenda DIY,” ujarnya.

Ia mengatakan, Tamansari memiliki potensi yang harus terus dibersamai. Guna meningkatkan daya tarik pariwisata DIY maupun memberikan dampak bagi masyarakat.

Baca Juga: Datangkan 630 Warga Gunungkidul Bareng-Bareng Ngulek Sambel, UNY Pecahkan Rekor MURI, Begini Suasananya..

Panji menyampaikan, tema kegiatan perayaan ini adalah Ajur Ajer Mbanyu Mili. Di mana "mbanyu mili” bermakna kesinambungan yang tak terhenti dan keberkahan yang melimpah.

Ia menuturkan, air dalam cara pandang semesta masyarakat Jawa, khususnya masyarakat DIY, merupakan unsur alam yang sangat melekat dengan proses keberlangsungan kehidupan dan berkebudayaan.

“Selain itu, air yang mengalir atau mbanyu mili juga dimaknai sebagai sesuatu yang berlangsung terus menerus. Berkah dari Sang Maha Kuasa yang tak jemu memberikan rejeki yang melimpah ruah kepada semua makhluknya di dunia ini,” kata Panji. (tyo)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Disbud DIY #proses #ASPEK #Dian Lakshmi Pratiwi #Pariwisata #Upaya #Warisan Budaya #pelestarian #DIY #Trofi #karakter #gubernur diy #karya budaya #masyarakat #Ajur Ajer Mbanyu Mili #gelar #perayaan #wbtb