RADAR JOGJA – Wisatawan yang memadati Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada momen libur panjang Waisak turut meningkatkan jumlah okupansi hotel. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY mencatat adanya kenaikan tingkat hunian hotel atau okupansi dibandingkan momen libur panjang Kenaikan Yesus Kristus lalu.
Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono mengatakan, capaian okupansi selama libur panjang Waisak 2024 sudah sesuai target. Pada periode 23-26 Mei, tingkat okupansi hotel di Kota Jogja dan Sleman mencapai 90 persen. Sementara di Bantul, Kulon Progo dan Gunungkidul sebesar 85 persen. PHRI DIY sendiri memasang target sebesar 90 persen untuk tingkat okupansi pada libur panjang kali ini.“Tingkat okupansi kali ini sesuai dengan target kami,” ujarnya, Senin (27/5).
Ia menyebut, libur panjang Waisak yang disambung dengan cuti bersama ini membawa dampak positif bagi kunjungan wisatawan. Hal itu juga membuat tingkat okupansi 320 hotel yang menjadi anggota PHRI DIY meningkat. Okupansi hotel pada periode libur panjang 23-26 Mei ini lebih tinggi dibandingkan libur panjang periode 9-12 Mei lalu. “Kemarin rata-rata 80 persen,” katanya.
Deddy mengungkapkan, salah satu faktor pendorongnya adalah banyaknya peserta perayaan Waisak yang memilih menginap untuk sekaligus berlibur. Perayaan Waisak sendiri berpusat di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Berjarak sekitar 35 Kilometer dari pusat Kota Jogja atau sekitar 1,5 jam perjalanan.
Selain itu, hunian hotel juga banyak diisi oleh wisatawan keluarga, rombongan sekolah, dan instansi swasta. Hal ini mengingat sebagian sekolah sudah mulai memasuki masa pergantian tahun ajaran. Rombongan siswa sekolah yang berlibur ke Jogjakarta juga masih tinggi.
Kemudian tamu yang menginap masih didominasi pelancong asal Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. “Sementara pelancong lainnya sebagian kecil berasal dari daerah Lampung dan Bali,” ungkap Deddy.
Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY Bobby Ardyanto menyampaikan, adanya dua libur panjang yang terjadi pada Mei memberikan dampak yang positif. Okupansi hotel di ring 1 dan ring 2 lebih tinggi dibandingkan saat masa libur Lebaran lalu. Hal itu menjadi angin segar karena dapat menggantikan okupansi hotel yang tidak sesuai saat masa libur lebaran. “Ini jadi poin pergerakan pariwisata di long weekend kemarin,” ucapnya.
Rombongan keluarga masih mendominasi pada libur panjang Waisak kali ini. Sementara rombongan pelajar juga masih ada. Meskipun ada pelarangan dari sejumlah pemerintah daerah terhadap aktivitas karyawisata siswa sekolah ke luar kota.Keluarga cukup banyak karena liburnya cukup panjang. Kemudian rombongan pelajar juga masih baik. “Tidak hanya tingkat SMP dan SMA, tetapi juga perguruan tinggi,” ujar Bobby. (tyo/din)