Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mulai 1 Juni Pemkot Jogja Adakan Timbang Massal  di 622 Posyandu untuk Dapatkan Data Prevalensi Stunting

Agung Dwi Prakoso • Senin, 27 Mei 2024 | 16:35 WIB

 

Sekretaris Dinas DP3AP2KB Kota Jogja Sarmin. (Agung Dwi Prakoso/Radar Jogja)
Sekretaris Dinas DP3AP2KB Kota Jogja Sarmin. (Agung Dwi Prakoso/Radar Jogja)

RADAR JOGJA - Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Jogja akan menyelenggarakan penimbangan massal melalui 622 Posyandu se-Kota Jogja, 1 Juni mendatang. Tujuan acara ini untuk mengetahui data prevalensi stunting di setiap wilayah secara akurat.

"Kegiatan yang kita lakukan besok merupakan upaya menekan kasus prevalensi stunting di Kota Jogja," ujar Sekretaris DP3AP2KB Kota Jogja Sarmin saat dikonfirmasi kemarin (26/5).

Acara ini akan dilaksanakan oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat kemantren dan kelurahan. Harapannya setelah mendapat data secara rii, selanjutnya dilakukan pemetaan masalah dan upaya penangananya. "Fokus TPPS di kemantren dan kelurahan adalah intervensi spesifik dan sensitif pada kasus stunting di wilayahnya," tuturnya.

Penimbangan fokus pada anak bawah dua tahun (baduta). Selain itu sosialisasi juga sekalian dilakukan kepada para ibu dari bayi tersebut. "Ibu hamil, ibu pasca persalinan dan calon pengantin sebagai salah satu upaya pencegahan," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga DP3AP2KB Kota Jogja Herristanti mengatakan, penimbangan akan dilakukan selama Juni di 622 Posyandu se-Kota Jogja. Selanjutnya pada 6-15 Juni akan diambil data sampel sebagai padanan angka prevalensi stunting dengan data dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI). "Hasil survei  SKI tahun 2023 prevalensi stunting di Kota Jogja masih tertahan di angka 16,8 persen," ujarnya.

Padahal hasil survei dari Dinas Kesehatan Kota Jogja di akhir 2023, prevalensi stunting sebesar 11,76 persen. Perhitungan itu berdasarkan jumlah kedatangan baduta ke Posyandu. "Per akhir April, capaian D per S atau jumlah baduta yang ditimbang dari sasaran telah mencakup 84 persen. Ini akan terus kita kejar bersama TPPS di kemantren dan kelurahan," ujarnya.

Menurutnya, di tingkat wilayah telah berupaya semaksimal mungkin dengan pengadaan konseling online, peningkatan pemberian makan tambahan. Selain itu, gerakan orang tua asuh juga masih terus digalakkan. "Layanan jemput bola dan lorong sayur juga terus dioptimalkan," tandasnya. (oso/laz)

 

Editor : Satria Pradika
#DP3AP2KB #keluarga berencana #Stunting