RADAR JOGJA - Sebanyak 419 atlet dari seluruh DIJ ambil bagian dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Atletik DIJ 2024 yang diselenggarakan Pengurus daerah (Pengda) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) DIJ, di Stadion Mandala Krida.
Kejurda ini berlangsung dua hari, Sabtu (25/5) dan Minggu (26/5). Di hari pertama sebagai ajang seleksi atlet-atlet menuju ke Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2024 mendatang yang akan dilaksanakan di DIJ. Sementara pada hari kedua untuk nomor estafet khusus pelatih dan mantan atlet. Tujuannya untuk memberikan motivasi kepada atlet-atlet usia dini.
Ketua Pengda PASI DIJ Bambang Dewanjaya menjelaskan, kejurda ini sebagai ajang seleksi pembentukan tim DIJ untuk U-16 dan U-18 yang akan dipersiapkan untuk menghadapi kejurnas yang diadakan PB PASI. Sedang untuk kelompok SD, terbuka, baik bisa mewakili klub, perorangan, ataupun sekolah.
Untuk nomor estafet khusus pelatih dan mantan atlet akan diikuti oleh para mantan atlet pelari maraton Jogja tahun 1985-an. Di antaranya ada mantan atlet yang pernah berlaga di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) yang ke-10 tahun 1981 dan mendapatkan medali perunggu di nomor lari maraton."Yang penting guyup rukun. Dan bisa memotivasi para atlet-atlet DIJ," tegasnya.
Wakil Ketua Umum I Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIJ Teguh Raharjo mengapresi PASI DIJ yang telah memberikan kontribusi prestasi atlet. Kejurda ini menjadi kesempatan yang sangat bagus sekaligus juga untuk mengukur sejauh man para atlet-atlet muda atau pelatih DIJ di dalam membina olahraga atletik."Akhir-akhir ini prestasi atletik Jogja cukup menggembirakan. Kuantitas dan juga kualitas terbukti,"pujinya.
Teguh berharap dari kejurda ini bisa muncul atlet-atlet yang nanti akan dipersiapkan untuk berlaga di even-even yang lebih tinggi. Seperti PON 2028 mendatang."Ini nanti akan menjadi salah satu aset yang luar biasa," tandasnya. (ayu/din).
Editor : Satria Pradika