RADAR JOGJA - Persoalan sampah di Kota Jogja masih jadi polemik yang terus diupayakan solusinya. Salah satunya melalui desentralisasi pengolahan sampah. Hal tersebut secara tidak langsung membuat Bank Sampah di berbagai wilayah juga semakin berperan aktif.
Salah satu inovasi dilakukan oleh Bank Sampah Berseri di Bumijo, Jetis. Inovasi yang dilakukan yakni membuat aplikasi bernama Sistem Aplikasi Sampah 35 atau Sitampah 35.
Lurah Bumijo Ani Purwati mengatakan, Sitampah 35 merupakan wujud kolaborasi yang dijalin bersama lembaga pengabdian masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (LPM UMY).Aplikasi Sitampah 35 memuat sistem digital Bank Sampah yang akan berguna dalam memberi layanan kepada nasabah bank sampah. Salah satunya adalah sistem perhitungan sampah dari para nasabah."Nasabah bisa melihat hasil penjualan sampahnya, dan juga bisa melihat tabungan sampahnya berapa," katanya, Sabtu (25/5/2024).
Manajer umum Bank Sampah Berseri Tri Wijayanti menuturkan, aplikasi Sitampah 35 jadi inovasi yang secara fungsional sangat membantu para nasabah atau pengguna.Aplikasi tersebut memuat informasi soal keperluan administrasi bank sampah, catatan transaksi baik yang sudah maupun belum selesai, hingga data nasabah bank sampah. "Ada juga info pencatatan sampah masuk, dan penjualan hasil produksi sampah," sebutnya.
Aplikasi tersebut juga aksesibel bagi semua orang dan bisa diakses melalui handphone masing-masing. Diharapkan dengan adanya aplikasi tersebut bisa terus membuat Bank Sampah Berseri semakin maju.”Semoga mereka semakin giat menabung di Bank Sampah Berseri," harapnya.
Dalam prosesnya, nasabah yang tidak memiliki gawai juga masih bisa melakukan proses penukaran hingga monitoring hasil sampah secara konvensional."Selanjutnya kami akan mengembangkan aplikasi ini dengan fitur-fitur tambahan yang lebih bermanfaat," tandasnya (iza/din).
Editor : Satria Pradika