Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sugeng Makaryo, Sugeng Purwanto Resmi Jadi Penjabat Wali Kota Jogja Gantikan Singgih Raharjo 

Winda Atika Ira Puspita • Kamis, 23 Mei 2024 | 16:52 WIB
Penjabat Wali Kota Jogja yang baru Sugeng Purwanto (kiri) bersama Singgih Raharjo
Penjabat Wali Kota Jogja yang baru Sugeng Purwanto (kiri) bersama Singgih Raharjo

RADAR JOGJA - Sugeng Purwanto resmi dilantik menjadi Penjabat Wali Kota Jogja oleh Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X di Bangsal Kepatihan Jogja Rabu (22/5). Asisten Pemberdayaan Sumber Daya Masyarakat Setprov DIJ itu menggantikan penjabat lama Singgih Raharjo. 

 

Pesan khusus disampaikan oleh Gubernur DIJ HB X saat membacakan sambutan usai pelantikan Penjabat Wali Kota Jogja dan Bupati Kulon Progo. HB X menyebut, Sugeng akan dapat menunaikan ketugasannya sebagai Penjabat Wali Kota Jogja dengan baik.

"Meski berbagai tantangan telah mengemuka, sehingga berbagai solusi harus segera direalisasi," tuturnya.

Kepada Sugeng yang menjadi penjabat wali kota, HB X mengatakan, salah satu tantangan yang krusial adalah desentralisasi pengelolaan sampah. Menurut dia, Pemkot Jogja dapat merencanakan dan mengimplementasikan konsep tata kelola sampah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Dengan penguatan edukasi lingkungan--baik melalui pendidikan formal maupun informal, dan melalui skema pemberdayaan masyarakat.

 

Dia berpesan, bagi Pemerintah Kota Jogja, setidaknya harus diperkuat dengan visi tata kelola food waste atau sampah pangan. Itu melihat kondisi Kota Jogja sebagai salah satu tujuan wisata utama di Indonesia.

Juga menjamurnya bisnis kuliner dan banyaknya pendatang. Baik dari kalangan pelajar, mahasiswa maupun pekerja. "Mengingat sektor pariwisata dan bisnis kuliner berpotensi menyumbang sampah pangan," pesannya.

Sugeng sendiri ditemui usai pelantikan, mengaku siap menjalankan amanah dari gubernur tersebut . Meski diakuinya di balik amanah tersebut ada beban ketugasan yang tidak ringan.

Tapi dia menyebut, nawaitu (niat) untuk mengabdi pada kepentingan negara dan masyarakat, apapun rintangannya akan dihadapi. "Tentunya dengan diijabahi oleh Allah dan direstui Ngarsa Dalem (HB X), InsyaAllah mampu menjalani ketugasan yang diberikan,' tuturnya.

 

Terkait pekerjaan yang akan dihadapinya, mantan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIJ itu menyebut di antaranya terkait dengan persoalan persampahan. Sugeng mengatakan, kebijakan Penjabat Wali Kota Jogja sebelumnya yang bagus tentu akan dilanjutkan. "Tapi jika ada kekurangan akan dilengkapi," ungkapnya.

Meski begitu, Sugeng mengakui tak bisa bekerja sendiri. Dia pun meminta dukungan dan dorongan dari semua aparat serta organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemkot Jogja serta masyarakat Kota Jogja secara keseluruhan.

Menurut dia perlu kesadaran bersama dalam penanganan sampah. "Penanganan sampah tak bisa hanya pemkot, tapi kolaborasi semua stakeholder," katanya.

 

Ditemui di tempat yang sama Penjabat Wali Kota Jogja periode 2023-2024 Singgih Raharjo pun menyampaikan terima kasih kepada Gubernur DIJ atas kepercayaan yang diberikan selama setahun terakhir.

Ketika ditanya terkait pekerjaan rumah bagi penjabat wali kota yang baru dia menyebut terkait ketertiban di semua lini serta persampahan. 

Singgih mengatakan, upaya penanganan sampah selama kepemimpinannya sudah dilakukan juga di hilirnya.

Terbukti di akhir masa jabatannya, sudah mulai beroperasi dua tempat pengolahan sampah reuse, reduce dan recycle (TPS3R). Yaitu TPS3R di Nitikan yang mampu mengolah 60-70 ton sampah. Kemudian di TPS3R Kranon yang mengolah 40 ton sampah. "Satu lagi (TPS3R) di Karamgmiri akan mulai beroperasi Juni nanti," tuturnya.

 

Menurut dia, dengan produksi sampah sekitar 200 ton per hari, sudah sekitar 125 ton di antaranya yang diolah di tiga TPS3R di Kota Jogja. Sisanya yang belum tertangani, sudah dikerjasamakan dengan Pemkab Bantul.

Diharapkan semua sampah di Kota Jogja sudah tertangani pada Juni m mendatang. "Sudah OTW penyelesaian," tegasnya.

 

Sama dengan harapan gubernur, Kepala Dinas Pariwisata DIJ itu juga menyoroti penanganan sampah di hulunya.

Yaitu dengan edukasi pada dunia usaha serta masyarakat untuk bisa mereduksi produksi sampah di Kota Jogja.

"Yang simpel ya kalau makan dihabiskan supaya tidak jadi sampah sisanya," pesan dia.

Editor : Heru Pratomo
#Singgih #Sugeng #gubernur dij #Sampah #Penjabat Wali Kota Jogja