Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sugeng Purwanto Resmi Gantikan Singgih Raharjo sebagai Pj Wali Kota Jogja, Ini Sejumlah PR yang Harus Dikerjakan!

Winda Atika Ira Puspita • Rabu, 22 Mei 2024 | 22:33 WIB

DORONG: Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY Sugeng Purwanto. (FAHMI FAHRIZA/RADAR JOGJA)
DORONG: Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY Sugeng Purwanto. (FAHMI FAHRIZA/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X telah melantik Penjabat (Pj) kepala daerah yang baru yaitu untuk Kota Jogja dan Kulon Progo.

Pj lama Singgih Raharjo dan Ni Made Dwipanti Indrayanti telah selesi per Rabu (22/5), keduanya ditarik kembali ke posnya masing-masing.

Salah satu pesan HB X yng perlu dijalankan oleh Pj baru adalah soal desentralisasi pengelolaan sampah.

Salah satunya Kota Jogja yang krusial perlu penanganan yang perlu dilanjutkan oleh Pj Wali Kota Jogja Sugeng Purwanto.

Pj lama Wali Kota Jogja Singgih Raharjo mengatakan, salah satu pekerjaan rumah yang harus dikerjakan Pj baru disamping soal ketertiban, salah satu yang paling krusial adalah penanganan sampah dari hulu.

Penanganan dari hilir telah diupayakan dengan bebagai cara.

"Karena kalau hitung-hitungan secara hilirnya sudah ketemu, tapi di hulu perlu diedukasi tentang budaya bagaimana kita tidak produksi sampah secara berlebihan. Misal kalau makan ya dientekke itu bagian dari budaya kita," katanya di Kompleks Kepatihan Rabu (22/5).

Singgih menjelaskan, di sisi hulunya memang harus secara bersama-sama baik dengan dunia industri maupun dunia usaha.

Serta masyarakat itu sendiri, harus didorong tidak memproduksi sampah secara berlebihan.

"Bagaimana kemudian bisa mereduksi produksi sampah itu sendiri," ujarnya.

Menurutnya, upaya penanganan sampah dari hilir telah dilakukan berbagai cara.

Baca Juga: Tak Ingin Berlarut Dalam Kekecewaan, Pieter Huistra Ingin Amankan Kemenangan Kontra Bali United Dan Amankan Juara Ketiga

Baca Juga: Jelang Final Championship Series, Marc Klok: Saya Ingin Penuhi Harapan Masyarakat Bandung

Secara perhitungannya, terbilang sudah tuntas.

Sebab pemkot Jogja saat dinahkodainya, telah berhasil membangun 3 Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dengan kapasitas sekitar 125 ton per hari.

Adapun yang sekarang beroperasi ada di TPST Nitikan dengan kapasitas 60-70 ton per hari. Kemudian TPST Kranon kapasitas 40 ton per hari.

"Duad duanya sudah beroperasi, tinggal 1 TPST Karangmiri yang nanti direncanakan awal bulan Juni (operasi)," jelasnya.

Pun sisa dari keseluruhan timbulan sampah yang ada di Kota Jogja sebanyak 200 ton yang belum tertangani ini sudah dilakukan kerjasama dengan Kabupaten Bantul.

"Praktis kalau hitung-hitungannya 200-an ton sudah selesai di Bulan juni dan sekarang sudah 50 persen lebih dan otw (jalan) ke penyelesaian," terangnya.

Selain itu, terkait beberapa depo di Kota Jogja yang masih cukup banyak menampung sampah.

Pihaknya telah meminta dilakukan pengosongan untuk dibawa ke tempat penampungan sementara sebelum nanti dibawa ke kerjasama di Bantul.

Pun ditargetkan dalam pekan ini atau setidaknya bulan ini seluruh depo sudah kosong dari sampah.

"Sehingga nanti siklus penggerobak dan sebagainya akan semakin lebih tertata dengan baik. Di akhir minggu lalu sudah kami minta untuk dilakukan pengosongan," tambahnya.

Pj Wali Kota Jogja periode baru Sugeng Purwanto mengatakan, siap melanjutkan kebijakan penanganan sampah yang telah ditinggalkan oleh Pj sebelumnya.

Kebijakan yang dinilai tepat akan dilanjutkan dan sebaliknya, jika ada kekurangan maka akan disempurnakan.

Namun, yang tak kelah penting adalah kesadaran masyarakat itu sendiri untuk bisa mengelola sampah dengan menarik dan bijaksana.

"Karena nggak mungkin terkait dengan kepentingan urusan sampah hanya menjadi tanggung jawab pemerintah kota Jogja. Tapi bagaimana elaborasi dari semua stakeholder maupun non goverment," tambahnya. 

Editor : Bahana.
#pr #Kota Jogja #Pj Wali Kota Jogja #Sugeng purwanto #Hamengku Buwono X #sampah Kota Jogja #Sri Sultan Hamengku Buwono X #gubernur diy #Singgih Raharjo