Kelurahan Rejowinangun masuk lima besar kelurahan terbaik se-Kota Jogja untuk menciptakan inovasi dalam hal pemberdayaan masyarakat atau menggerakkan roda perekonomian.
Perwakilan Tim Juri Riana Setyawati mengatakan, lomba ini diselenggarakan dalam rangka melaksanakan ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 81 Tahun 2015 tentang evaluasi perkembangan desa dan kalurahan.
Aspek yang dinilai adalah pemerintahan, kewilayahan dan kemasyarakatan.
Tema yang diusung pada tahun ini adalah mewujudkan masyarakat sejahtera melalui belanja desa dan kelurahan yang berkualitas.
Maka akan dilihat seberapa jauh pemberdayaan dilakukan oleh kelurahan.
“Sehingga harapannya di semua aspek bisa didukung dengan anggaran yang cukup,” ujarnya, Senin (20/5/2024).
Tahapan verifikasi lapangan ini sendiri memasuki tahapan kedua dari lomba yang dilaksanakan sejak pekan lalu.
Diikuti oleh dua kelurahan dari Kota Jogja, yakni Rejowinangun dan Purwokinanti.
Serta satu kalurahan dari Kabupaten Kulon Progo yakni Kelurahan Wates.
Tahapan ini dilakukan untuk menilai kondisi wilayah, potensi keunggulan hingga berbagai terobosan pembangunan yang dimiliki masing-masing kelurahan dan kalurahan.
Sehingga dapat mengetahui capaian-capaian yang sudah dilakukan untuk mewujudkan peningkatan kualitas hidup, memajukan, memandirikan dan mensejahterakan masyarakat di kelurahan dan kalurahan.
“Akan dievaluasi seberapa jauh potensi dan inovasi yang sudah dibersadakan oleh kelurahan. Juga bagaimana partisipasi dan penggerakan warganya,” kata Riana.
Lurah Rejowinangun Handani Bagus Setyarso mengatakan, kelurahannya berkesempatan maju ke tingkat DIY setelah menempati urutan dua dalam penilaian di tingkat Kota Jogja.
Kelurahan Rejowinangun bereselisih delapan poin dalam penilaian di bawah Kelurahan Purwokinanti.
Ia menyebut, kelurahannya memiliki kekurangan dalam aspek administrasi saat penilaian tingkat Kota Jogja.
Sebab persiapannya hanya seminggu untuk mengumpulkan dokumen yang ada.
“Karena bersamaan dengan pesta demokrasi sehingga kami lupa terkait persiapan tersebut. Ada beberapa dokumen yang tercecer belum terupload,” ungkapnya.
Sehingga setelah diberi kesempatan melaju hingga penilaian tingkat provinsi, pemerintah kelurahan akan membenahi dan melengkapi dokumen kemarin yang belum sempat terunggah.
Ia menyebut, daya tarik di Kelurahan Rejowinangun hingga dipercaya mewakili Kota Jogja pada Lomba Desa/Kalurahan dan Kelurahan Tingkat DIY Tahun 2024 adalah banyaknya potensi yang ada.
Tidak hanya potensi semata, tetapi potensi yang dimiliki ini menjadi unggulan dengan tetap mempertahankan keunikan lokalnya.
“Potensi ini utamanya dari Kampung Wisata dan Pokdarwis. Potensi ini ada tentunya dengan kami menggali ke wilayah dengan cara pengklasteran,” katanya.
Handani menjelaskan, Kelurahan Rejowinangun memiliki lima klaster unggulan yang dimiliki.
Mulai dari budaya, kerajinan, herbal, kuliner dan agrowisata.
Berbagai potensi tersebut selalu berkembang tidak hanya ketika penilaian saja.
Namun terus dibangun dari tahapan demi tahapan.
“Banyak inovasi yang dilakukan, terutama bagaimana pengembangan wisata, peningkatan pendapatan keluarga dan kerjasama untuk pengurangan stunting,” jelasnya.
Sebelumnya, Kelurahan Rejowinangun pernah mengikuti lomba penilaian sampai di tingkat nasional pada 2016. Saat itu, kelurahan yang termasuk dalam Kemantren Kotagede itu menjadi juara dua.
Editor : Bahana.